AALI
8425
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1250
ACES
1310
ACST
246
ACST-R
0
ADES
2720
ADHI
885
ADMF
7675
ADMG
218
ADRO
1400
AGAR
368
AGII
1395
AGRO
2300
AGRO-R
0
AGRS
246
AHAP
68
AIMS
342
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3990
AKSI
422
ALDO
715
ALKA
292
ALMI
238
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/09/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
458.78
1.26%
+5.72
IHSG
6108.27
0.78%
+47.51
LQ45
862.18
1.23%
+10.45
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29639.40
-0.67%
-200.31
NYSE
16184.50
0.1%
+16.33
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,240
Emas
814,120 / gram

Asabri Beberkan Proyeksi Cash Flow dan Indikator Likuiditas hingga 2025

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Rabu, 09 Juni 2021 21:05 WIB
Manajemen PT Asabri (Persero) telah menyusun skema cash flow dan indikator likuiditas sejumlah program perseroan hingga 2025.
MNC Media

IDXChannel - Manajemen PT Asabri (Persero) telah menyusun skema cash flow dan indikator likuiditas sejumlah program perseroan. Skema tersebut merupakan proyeksi manajemen terhadap realisasi program hingga 2025 mendatang. 

Adapun program yang dimaksud adalah Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), hingga dana pensiun. Direktur Utama Asabri, R Wahyu Suparyono menyebut, setiap skema program memiliki karakter yang berbeda-beda. 

"Kami melaporkan dan kami telah menyusun proyeksi cash flow dan indikator likuiditas untuk tiap program, jadi THT, JKK, JKM, kami susun karena masing -masing mempunyai karakter yang berbeda, jadi jatuh tempo atau majoriti pembayarannya," ujar Wahyu saat RDP bersama Komisi VI DPR, Rabu (9/6/2021). 

Untuk cash flow THT, manajemen memperkirakan akan terus menurun hingga tahun 2025. Kemudian rasio dana deposito THT secara bulanan pun di bawah satu kali pada tahun tersebut. 

Rendahnya rasio tersebut akibat tingginya defisit sebesar Rp 589 miliar. Dengan begitu, kondisi perusahaan terbilang aman, namun saldonya semakin menurunnya.

"Jadi beberapa strategi yang kami sampaikan tadi menjadi perhatian besar agar supaya relatif stabil," katanya. 

Kemudian dana JKK, estimasi dana deposito diprediksi semakin meningkat, terutama disebabkan adanya peningkatan deposito, manajemen akan menyiapkan hingga 2025. 

Perkiraan itu relatif lebih aman karena nilai klaim bulanan masih stabil atau berada  di kisaran Rp 7 miliar per bulan. Rata-rata rasio dana deposito terhadap klaim JKK pun terus meningkat hingga lebih dari 90 kali pada 2025. 

Selanjutnya, estimasi pengelolaan dana jaminan kematian. Dimana, dana deposito akan terus meningkat karena disebabkan oleh peningkatan deposito. 

"Ini klaim bulanan itu stabil sebesar Rp 25 miliar per bulan. Karena itu dana deposito terhadap klaimnya terus meningkat hingga 33 kali di tahun 2025," tutur dia.  

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD