AALI
8025
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
810
ACES
1355
ACST
216
ACST-R
0
ADES
1845
ADHI
870
ADMF
7975
ADMG
152
ADRO
1310
AGAR
412
AGII
1020
AGRO
1355
AGRO-R
0
AGRS
346
AHAP
64
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
210
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3130
AKSI
468
ALDO
775
ALKA
240
ALMI
254
ALTO
376
Market Watch
Last updated : 2021/06/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.95
-1.6%
-7.48
IHSG
6007.12
-1.01%
-61.33
LQ45
863.16
-1.64%
-14.36
HSI
28801.27
0.85%
+242.68
N225
28964.08
-0.19%
-54.25
NYSE
16411.65
-1.47%
-244.16
Kurs
HKD/IDR 1,850
USD/IDR 14,360
Emas
827,066 / gram

AstraZeneca Batch CTMAV547 Disetop, Satgas Covid-19: Ini Bentuk Kehati-hatian

ECONOMICS
Dita Angga/Sindo
Selasa, 18 Mei 2021 17:28 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan pemerintah secara resmi menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca.
AstraZeneca Batch CTMAV547 Disetop, Satgas Covid-19: Ini Bentuk Kehati-hatian. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan pemerintah secara resmi menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca dengan nomor batch CTMAV547. Dia meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan penghentian ini.

“Penghentian ini merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini. Selain itu masyarakat perlu mengetahui bahwa hanya vaksin AstraZeneca dengan batch  CTMAV547 saja yang dihentikan penggunaannya. Vaksin AstraZeneca btach lainnya tetap digunakan,” katanya dalam konferensi persnya, Selasa (18/5/2021).

Sementara itu terkait dengan kepastian dosis kedua bagi masyarakat yang telah mendapatkan dosis pertama  AstraZeneca CTMAV547 masih belum diputuskan. Meskipun dia menyebutkan ada studi memungkinkan dosis pertama dan kedua menggunakan jenis vaksin yang berbeda.

“Terkait dengan jenis vaksin kedua, sampai saat ini sudah ada beberapa studi di dunia menyatakan menyempurnakan kedua jenis vaksin dapat dilakukan. Namun untuk Indonesia sampai saat ini belum ada agenda terkait ini sejauh ini,” ungkapnya.

Wiku menegaskan, saat ini BPOM tengah melakukan pengujian toksisitas abnormal dan sterilisasi terhadap vaksin covid-19 AstraZeneca Covax batch CTMAV547.

“Studi lanjutan ini masih terus dilakukan. Dan pemerintah akan segera memberitahukan hasilnya kepada masyarakat,” tuturnya.

Dia mengatakan bahwa sebagaimana yang dianjurkan Badan Kesehatan Dunia atau WHO, Indonesia selalu melakukan pengawasan terhadap potensi kemunculan ikutan pasca imunisasi.

“Ini bukan karena efek-efek negatif yang ditemukan di lapangan langsung berkaitan dengan vaksin yang diberikan namun demi surveilans dan upaya monitoring yang efektif,” pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD