“Harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari USD77 per barel. Jadi kenaikannya baru sekitar USD7, sehingga masih dapat ditopang,” tutur dia.
Bahlil menambahkan, kesepakatan impor BBM dari Rusia akan memperkuat ketahanan energi nasional. Saat ini, Indonesia memiliki dua sumber utama impor minyak mentah, yakni dari Amerika Serikat melalui kontrak resiprokal, serta Rusia yang baru disepakati.
Pemerintah akan terus membuka peluang impor energi dari berbagai negara selama memberikan keuntungan bagi kepentingan nasional. Langkah ini dapat meningkatkan efisiensi belanja negara sekaligus meredam tekanan fiskal di tengah lonjakan harga energi global.
“Semua opsi kita ambil selama menguntungkan negara,” katanya.
Bahlil mengingatkan bahwa kebutuhan minyak mentah Indonesia mencapai sekitar 300 juta barel per tahun, dengan konsumsi harian sebesar 1,6 juta barel. Sementara itu, kapasitas produksi domestik baru berada di kisaran 600 ribu barel per hari.
“Atas arahan Bapak Presiden, kami memastikan pasokan crude untuk kebutuhan hingga akhir tahun ini dalam kondisi aman,” ujar Bahlil.
(DESI ANGRIANI)