AALI
9425
ABBA
288
ABDA
6050
ABMM
2450
ACES
730
ACST
194
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
805
ADMF
8175
ADMG
175
ADRO
3160
AGAR
318
AGII
2200
AGRO
815
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
262
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1540
AKRA
1185
AKSI
270
ALDO
755
ALKA
300
ALMI
296
ALTO
191
Market Watch
Last updated : 2022/08/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.36
-0.62%
-3.33
IHSG
7093.28
-0.51%
-36.00
LQ45
1005.79
-0.62%
-6.25
HSI
20040.86
-0.67%
-134.76
N225
28871.78
1.14%
+324.80
NYSE
0.00
-100%
-15602.90
Kurs
HKD/IDR 185
USD/IDR 14,685
Emas
840,341 / gram

Banjir Pesanan Jelang Lebaran, Industri Tekstil Sampai Kekurangan Tenaga Kerja

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Jum'at, 01 April 2022 17:24 WIB
momentum bagi industri tekstil domestik untuk beranjak pulih dari tekanan akibat pandemi COVID-19.
Banjir Pesanan Jelang Lebaran, Industri Tekstil Sampai Kekurangan Tenaga Kerja (foto: MNC Media)
Banjir Pesanan Jelang Lebaran, Industri Tekstil Sampai Kekurangan Tenaga Kerja (foto: MNC Media)

IDXChannel - Momen Ramadan dan Lebaran 1433 H benar-benar menjadi momentum bagi industri tekstil domestik untuk beranjak pulih dari tekanan akibat pandemi COVID-19. Hal ini setidaknya terlihat dari optimisme para pelaku tekstil dalam negeri yang tak ragu berinvestasi mesin baru atau menambah mesin produksi seiring dengan banyaknya pesanan yang datang jelang Lebaran.

"Di pasar domestik sudah ada pelonggaran aktivitas, daya beli juga mulai kembali pulih, pemerintah juga sudah keluarkan kebijakan seperti safeguard garmen dan kain. Ini membuat industri kita bergerak dari hulu sampai hilir kembali normal, bahkan ada beberapa perusahaan pembuatan kain mulai melakukan investasi mesin baru," ujar Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSBFI), Redma Gita Wirawasta,dalam diskusi di Market Review IDX Channel, Jumat (1/4/2022).

Menurut Redma, permintaan konsumen jelang Ramadan dan Lebaran mengalami peningkatan yang signifikan, sehingga membuat perusahaan harus menambah kapasitas produksi yang dimilikinya. "Bahkan saya dapat laporan dari teman-teman IKM (industri kecil menengah), banyak dari mereka yang kekurangan tenaga kerja karena banyaknya pesanan jelang Lebaran," kata Redma.

Sementara itu, Redma membeberkan, kenaikan utilitas kapasitas produksi di sektor hulu pada rayon meningkat hampir 95 persen, padahal biasanya hanya sekitar 80 persen. "Kemudian di polyester kini juga sampai 85 persen, biasanya di bawah 70 persen. Artinya peningkatan yang sama juga terjadi pada sisi hilirnya di momen lebaran tahun ini," imbuhnya.

Kendati demikian, ada yang ia khawatirkan, yaitu masuknya barang impor secara ilegal. Menurutnya, itu akan mereduksi kinerja produk lokal di pasaran.

"Kami dengar barang impor sudah mulai masuk. Nah itu pasti ilegal. Karena pemerintah sudah keluarkan safeguard, safeguard itu bea masuknya sangat tinggi. Kalau legal, pakaian-pakaian impor nggak mungkin bisa masuk. Kecuali yang highend, yang harga kainnya Rp 500 ribu per pcs. Tapi kalau Rp 50-100 ribu nggak mungkin bisa masuk," ungkap Redma.

Oleh sebab itu, dia meminta pemerintah untuk segera turun tangan melakukan penertiban. Tidak hanya pada penjualan langsung, tapi juga di platform daring.

"Kalo ada barang ilgeal masuk, dan tidak di handle, itu akan merugikan kita. Terutama di sisi hilir, karena kan tinggal jual ke ritel, sehingga dampaknya peritel lainnya harus bersaing dengan produk impor karena barangnya lebih murah," tandas Redma. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD