AALI
9925
ABBA
400
ABDA
6500
ABMM
1555
ACES
1275
ACST
236
ACST-R
0
ADES
3050
ADHI
1085
ADMF
7800
ADMG
195
ADRO
1925
AGAR
330
AGII
1485
AGRO
2240
AGRO-R
0
AGRS
187
AHAP
71
AIMS
440
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1070
AKRA
4290
AKSI
400
ALDO
960
ALKA
240
ALMI
246
ALTO
262
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
504.74
-0.54%
-2.76
IHSG
6603.80
0.02%
+1.23
LQ45
945.59
-0.48%
-4.58
HSI
23996.87
0.06%
+13.21
N225
28860.62
1.42%
+405.02
NYSE
0.00
-100%
-16591.97
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,343
Emas
824,868 / gram

Bank Sentral China Bailout Rp264 Triliun untuk Atasi Krisis Evergrande

ECONOMICS
Nanang Wijayanto
Kamis, 23 September 2021 15:18 WIB
Bank Sentral China (The People's Bank of China/PBOC) menyuntikkan dana 120 miliar yuan (USD18,6 miliar) atau sekitar Rp264 triliun
Bank Sentral China Bailout Rp264 Triliun untuk Atasi Krisis Evergrande (FOTO:MNC Media)
Bank Sentral China Bailout Rp264 Triliun untuk Atasi Krisis Evergrande (FOTO:MNC Media)

IDXChannel  - Untuk menyelamatkan krisis evergrande, Bank Sentral China (The People's Bank of China/PBOC) menyuntikkan dana 120 miliar yuan (USD18,6 miliar) atau sekitar Rp264 triliun. Hal itu menyusul kekhawatiran krisis Evergrande yang bisa mengguncang pasar global. 

Bailout tersebut menghasilkan kucuran bersih ke Evergrande sebesar 90 miliar yuan. Langkah itu disambut positif pasar, ditambah juga kabar terkait komitmen pembayaran obligasi lokal

"Injeksi PBOC kemungkinan ditujukan untuk menenangkan saraf karena pasar khawatir tentang Evergrande," kata analis suku bunga dari Bank DBS Singapura dikutip dari Bloomberg, Kamis (23/9/2021). 

Menurut dia langkah tersebut bisa jadi untuk mencegah penularan di sektor riil yang lain. Kerugian akibat krisis Evergrande juga menjadi kejutan bagi pasar saham. Kebijakan moneter yang dilakukan China tersebut bertujuan untuk menemukan keseimbangan antara pemberian insentif dengan dampak pandemi sembari mencegah terjadinya gelembung aset. 

Otoritas cenderung melonggarkan cengkeraman likuiditas menjelang akhir kuartal karena meningkatnya permintaan uang tunai dari bank untuk mengontrol regulasi. Pihak Evergrande telah berunding dengan pemegang obligasi lokal untuk membayar bunga pada 23 September 2021. Upaya itu diharapkan menjadi kabar baik bagi pasar lokal maupun luar negeri. 

Sementara itu, Kepala Ekonom Standard Chartered Hongkong untuk area China Raya dan Asia Utara Ding Shuang menilai, peningkatan likuiditas saja tidak cukup untuk menyelesaikan krisis Evergrande. 

"Apa yang diharapkan pasar dari pemerintah adalah membuat rencana yang dapat membantu perusahaan merestrukturisasi dan membiayai kembali dengan cara yang tidak merepotkan," kata dia. 

Namun yang dilakukan China, pada intinya tidak membiarkan masalah Evergrande berubah menjadi krisis keuangan penuh atau membiarkannya memicu risiko sistemik apa pun.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD