AALI
10100
ABBA
418
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1410
ACST
268
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1125
ADMF
7925
ADMG
234
ADRO
1745
AGAR
350
AGII
1570
AGRO
2000
AGRO-R
0
AGRS
226
AHAP
64
AIMS
515
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
945
AKRA
4690
AKSI
458
ALDO
735
ALKA
248
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
510.76
-1.06%
-5.46
IHSG
6625.70
-0.27%
-18.04
LQ45
961.32
-0.98%
-9.47
HSI
26132.03
0.02%
+5.10
N225
28600.41
-0.71%
-204.44
NYSE
0.00
-100%
-17083.15
Kurs
HKD/IDR 1,820
USD/IDR 14,160
Emas
819,389 / gram

Evergrande Alami Krisis Keuangan, Sri Mulyani Waspada

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Kamis, 23 September 2021 10:16 WIB
Sri Mulyani Indrawati, mewaspadai ancaman krisis ekonomi yang terjadi atas masalah keuangan yang terjadi pada perusahaan properti raksasa China, Evergrande.
Evergrande Alami Krisis Keuangan, Sri Mulyani Waspada. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mewaspadai ancaman krisis ekonomi yang terjadi atas masalah keuangan yang terjadi pada perusahaan properti raksasa China, Evergrande. Eks direktur Bank Dunia ini tengah mengalkulasi dampak yang bakal ditimbulkannya bagi Indonesia.

Saat ini, Evergrande terlilit utang dan berisiko mengalami gagal bayar lantaran keterbatasan uang tunai yang dimiliki perusahaan. Krisis yang dialami perusahaan tersebut pun telah memukul pasar modal di Amerika Serikat dan Asia ikut terpukul/.

"Kita melihat ada risiko baru untuk global yang adanya stabilitas sektor keuangan Tiongkok atau RTT karena terjadi gagal bayar dari konstruksi terbesar kedua di Tiongkok," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (24/9/2021),

Dia menekankan kasus gagal bayar ini akan diwaspadai bagi Indonesia. Sebab total utang Evergrande yang besar menjadi hantaman bagi perekonomian dunia, bukan tidak mungkin akan menyasar Indonesia juga.

"Dimana total utang USD300 billion dan akan mengalami situasi enggak mudah dan dampak luar biasa baik ekonomi domestik dan dunia. Kita harus melihat, waspadai apa yang terjadi pada perekonomian Tiongkok akibat gagal bayar perusahaan evergrande," tandasnya.

Seperti diketahui, perdagangan obligasi Evergrande sempat dihentikan sejak 16 September 2021, saat korporasi tersebut mengajukan penangguhan perdagangan di pasar reguler untuk beberapa hari ke depan. Secara teknis, perdagangan tetap dilanjutkan, tetapi hanya melalui transaksi negosiasi, untuk meredam volatilitas.

Evergrande memiliki keterkaitan dengan ekonomi China, mengingat aset dan jangkauannya yang luas baik di pasar domestik maupun mancanegara, sehingga kekhawatiran terhadapnya merebak belakangan ini.

Pembayaran pekan ini masih sebagian dari jumlah tanggungan yang musti dibayar Evergrande. Bloomberg mencatat hingga akhir tahun, korporasi wajib membayar kupon bunga sebesar USD669 juta. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD