AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Bank Sentral China Sebut Utang Evergrande Dapat Diatasi, Bisnis Properti Stabil

ECONOMICS
Dinar Fitra Maghiszha
Minggu, 17 Oktober 2021 09:58 WIB
Bank Sentral China mengatakan bahwa masalah utang Evergrande Grup dapat diatasi melihat risiko yang sedang dihadapinya.
Bank Sentral China mengatakan bahwa masalah utang Evergrande Grup dapat diatasi melihat risiko yang sedang dihadapinya. (Foto: MNC Media)
Bank Sentral China mengatakan bahwa masalah utang Evergrande Grup dapat diatasi melihat risiko yang sedang dihadapinya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Bank Sentral China mengatakan bahwa masalah utang Evergrande Grup merupakan kasus individu dan dapat diatasi melihat risiko yang sedang dihadapinya.

"Kasus utang Grup Evergrande adalah kasus individual di sektor real estat China, yang umumnya sehat," kata Pejabat Bank Rakyat China / People's Bank of China (PBoC), Zou Lan, dalam konferensi media, dikutip dari Xinhua, Jumat (15/10/2021).

Zou menegaskan bahwa sebagian besar bisnis properti China berjalan stabil dengan kinerja keuangan yang positif, tegasnya dalam media pemerintah tersebut.

"Alih-alih beroperasi dengan hati-hati dalam menyikapi perubahan pasar, Evergrande justru terjebak dalam ekspansi sembrono di sejumlah sektor dalam beberapa tahun terakhir. Manajemen yang buruk telah memperburuk kondisi keuangan pengembang, yang mengarah ke risiko," tegas Zou.

Dirinya menekankan bahwa pengaruh utang Evergrande terhadap lembaga keuangan lain di dalam negeri secara keseluruhan dapat diatasi.

"Otoritas terkait dan pemerintah daerah sedang berusaha mengurangi risiko yang ditimbulkan dengan pendekatan hukum dan melihat kondisi pasar, serta mendesak Evergrande dalam mempercepat pelepasan aset dan memulai kembali proyek konstruksinya yang sempat dihentikan," lapornya.

Seperti diketahui, Grup Evergrande memiliki total utang yang wajib dibayar sebanyak USD 300 Miliar. Adapun risiko gagal bayar sempat menghantui pasar properti dalam negeri, yang efeknya menjadi perhatian dunia,

Pasar khawatir apakah Evergrande dapat mengatasi masalah keuangan ini, yang oleh sejumlah analis dinilai dapat menjadi krisis global seperti halnya kasus suprimbe mortgage di Amerika Serikat pada 2007-2008 silam.

Baru-baru ini, Evergrande masih terus melewatkan tenggat waktu pembayaran utang pekan ini yang jatuh tempo pada 11 Oktober lalu. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD