sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bank Sentral Global Borong Logam Mulia, Kompak Kurangi Eksposur Terhadap Dolar AS

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
12/07/2026 15:58 WIB
Survei World Gold Council (WGC) menunjukkan sekitar 45 persen bank sentral di dunia berencana terus menambah cadangan emas.
Bank Sentral Global Borong Logam Mulia, Kompak Kurangi Eksposur Terhadap Dolar AS. (Foto: Pexels)
Bank Sentral Global Borong Logam Mulia, Kompak Kurangi Eksposur Terhadap Dolar AS. (Foto: Pexels)

Di sisi lain, Ibrahim menyebut cadangan emas Rusia justru mengalami penurunan. Kondisi tersebut dikaitkan dengan kebutuhan pembiayaan di tengah konflik dengan Ukraina yang masih berlangsung, meski klaim tersebut belum disertai data resmi.

Ia menilai, kondisi ini berpengaruh terhadap prospek harga emas dunia. Untuk perdagangan dalam sepekan ke depan, harga emas dunia diproyeksikan bergerak pada kisaran level support USD3.906 per troy ounce hingga resistance USD4.348 per troy ounce. 

Sementara itu, harga logam mulia di dalam negeri diperkirakan berada pada rentang Rp2.570.000 hingga Rp2.800.000 per gram.

Menurut Ibrahim, pembelian emas oleh bank sentral dilakukan sebagai upaya diversifikasi cadangan devisa. Selain mengurangi eksposur terhadap dolar AS, emas dinilai menjadi instrumen investasi yang mampu mempertahankan nilai ketika inflasi tinggi maupun saat terjadi gejolak ekonomi global.

"Jadi, dalam sepekan, emas dunia itu kemungkinan ditransaksikan di support-nya USD3.906 troy ounce, kemudian resisten tertingginya di USD4.348 per troy ounce. Itu untuk emas dunia. Untuk logam mulia sendiri, kemungkinan ditransaksikan di support Rp2.570.000 per gram, kemudian resistennya itu di Rp2.800.000 per gram," jelas Ibrahim.


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement