"Jadi di lapangan nanti akan jadi market mechanism, jadi membuat kita lebih transparan, membuat kita lebih adil, dan membuat kita lebih ya kurang korupsi pasti, karena akan sedikit ketemu manusia dengan manusia," ujarnya.
Luhut mengatakan pemerintah telah merancang peluncuran atau roll out digitalisasi bansos pada pekan ketiga Oktober. Ia pun berharap sebagian besar proses telah rampung saat program tersebut diluncurkan.
"Kemarin presiden memberikan arahan kepada saya sebagai Ketua Komite untuk mempercepat prosesnya ini semua. Kami tadi sudah rancang pada Oktober minggu ketiga kita akan bisa roll out. Kita berharap pada waktu itu 80 persen ini sudah selesai," ungkapnya.
Menurut Luhut, salah satu tantangan dalam digitalisasi bansos adalah persoalan data penerima berdasarkan desil. Namun begitu, dia optimistis persoalan tersebut dapat terus dikurangi melalui koordinasi antarpihak.
"Masalahnya tentu tidak sesederhana itu, banyak masalah mengenai desil-desil, tapi dengan kerja yang sangat kompak menurut saya, itu bisa teratasi makin lama makin sedikit masalah. Dan saya berharap pada waktu presiden roll out bulan Oktober hampir tidak ada masalah yang serius," kata dia. (Febrina Ratna Iskana)