AALI
8825
ABBA
238
ABDA
6025
ABMM
4350
ACES
630
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
765
ADMF
8550
ADMG
168
ADRO
3890
AGAR
302
AGII
2360
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
101
AHAP
106
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
147
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1580
AKRA
1305
AKSI
320
ALDO
700
ALKA
290
ALMI
412
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.17
-1.43%
-7.74
IHSG
7078.26
-1.4%
-100.32
LQ45
1011.21
-1.41%
-14.43
HSI
18025.82
0.52%
+92.55
N225
26619.53
-1.97%
-534.30
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
792,736 / gram

Bantuan Tunai Covid Dihapus Tahun Depan, Diganti untuk Kemiskinan Ekstrem

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Jum'at, 12 Agustus 2022 21:40 WIB
BLT Covid akan dihapus di 2023 dan akan dikonversi untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem.
Bantuan Tunai Covid Dihapus Tahun Depan, Diganti untuk Kemiskinan Ekstrem (Dok.MNC)
Bantuan Tunai Covid Dihapus Tahun Depan, Diganti untuk Kemiskinan Ekstrem (Dok.MNC)

IDXChannel - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, A Halim Iskandar mengungkapkan dihapusnya anggaran untuk penanganan pandemi juga bakal menghapuskan BLT (Bantuan Langsung Tunai) covid 19 pada 2023.

Meski demikian Menteri yang akrab disapa Gus Halim itu mengungkapkan bahwa bantuan tersebut bakal dikonversi dengan bantuan lain yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem yang ada di desa.

"2023 ketika pandemi ini sudah tidak ada lagi karena dampaknya sudah bisa ditangani, tentu BLT dana desa yang kebijakannya berdasarkan kondisi pandemi covid tentu akan diubah," ujar Gus Halim dalam sesi Ngopi Bersama Gus Menteri, Kamis (11/8/2022).

Sehingga menurutnya BLT pada tahun 2023 kemungkinan masih dianggarkan, namun bukan untuk penanganan pandemi yang penyalurannya lebih lebih luas, akan tetapi untuk penanganan kemiskinan ekstrem.

"Bisa saja tetap ada BLT tetapi narasi pembangunan berbeda, tahun 2023 narasi yang mendasari penggunaan dana desa BLT adalah percepatan penanganan kemiskinan ekstrem," lanjutnya 

Sehingga menurut Gus Halim kemungkinan jumlahnya pun bakal berbeda daripada bantuan pada saat penanganan pandemi covid 19, karena menurutnya tahun 2023 hanya fokus pada penanganan kemiskinan ekstrem. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD