Sebagai respons, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mewanti-wanti tidak boleh ada pelaku usaha sektor pangan yang menaikkan harga dalam momen Ramadan sampai Idulfitri seperti saat ini.
Apalagi daging sapi termasuk yang diminati masyarakat untuk merayakan Idulfitri nanti.
"Kita pahami sesuai arahan Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman bahwa harga daging sapi harus dijaga untuk masyarakat. Pemerintah telah menetapkan harga mulai dari feedloter, RPH sampai pengecer. Tentu jika ada yang melanggar, pemerintah pasti melakukan tindakan yang tegas dan terukur," kata Ketut.
Selain pengawasan harga di setiap lini pasar, pemerintah juga terus melaksanakan fungsi stabilisasi harga daging sapi bersama BUMN pangan. Ketut mengungkap PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari telah berkomitmen untuk menggenjot operasi pasar untuk menyambut Idulfitri.
"Kami juga sudah sepaham dengan PPI dan Berdikari untuk melaksanakan operasi pasar daging sapi sampai Idulfitri mendatang. Stok daging sapi dan kerbau dapat diakses masyarakat dengan harga lebih terjangkau. Jadi tak hanya memastikan kesesuaian harga jual di pasaran saja, pemerintah juga bersama BUMN menggencarkan akses pangan murah," kata Ketut.