sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bapanas Pastikan Stok Pangan Cukup Hadapi Musim Kemarau

Economics editor Tangguh Yudha
09/07/2026 10:24 WIB
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dalam kondisi cukup untuk menghadapi musim kemarau.
Bapanas Pastikan Stok Pangan Cukup Hadapi Musim Kemarau. (Foto Istimewa)
Bapanas Pastikan Stok Pangan Cukup Hadapi Musim Kemarau. (Foto Istimewa)

IDXChannnel - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dalam kondisi cukup untuk menghadapi musim kemarau. Hal itu berlaku untuk hampir semua pangan pokok strategis, tidak hanya beras.

Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyampaikan, untuk komoditas beras telah mencapai swasembada sempurna. Menurutnya, swasembada beras dapat menjadi tolak ukur dikarenakan beras merupakan porsi terbesar dalam konsumsi sehari-hari masyarakat Indonesia.

"Kenapa beras? Karena lebih dari 50 persen itu persentase beras kalau setiap kita makan. Tambah telur, juga sudah swasembada. Tambah daging ayam, sudah swasembada. Jagung pakan, bawang merah, dan cabai juga. Minyak goreng kita suplai dunia. Presiden kita hebat. Capaian hari ini, pangan kita aman," kata Amran.

Adapun pernyataan masih besarnya konsumsi beras masyarakat tersebut selaras dari skor Pola Pangan Harapan (PPH) Indonesia pada 2025 yang secara berkala dihitung Bapanas. Skor PPH pada 2025 menunjukkan konsumsi padi-padian masyarakat Indonesia berada lebih dari 50 persen.

Selanjutnya terdiri dari 12,7 persen yang merupakan konsumsi pangan hewani dan 12,4 persen minyak dan lemak. Sayur dan buah 6,8 persen, gula 4 persen, dan selebihnya kacang-kacangan, umbi-umbian, buah/biji berminyak, dan lain sebagainya.

"Kami memang sudah siapkan jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu pengalaman kita (El Nino) 2023, alhamdulillah kita lolos. Kalau Agustus sampai September, memang musim kering. Juni itu awal musim kering. (Lalu) Juli dan Agustus. Insyaallah pangan kita aman, terutama beras," kata Amran.

Dalam laporan Bapanas, stok CPP dalam bentuk beras yang ada di Perum Bulog berada di angka 5,2 juta ton per 8 Juli. Sementara untuk Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) tingkat provinsi tercatat total 7,34 ribu ton sampai akhir Juni lalu. Untuk CPPD tingkat kabupaten/kota total ada 13,15 ribu ton yang tersebar di 323 daerah.

Akan tetapi tentunya stok CPP tidak hanya beras. Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas Sarwo Edhy memastikan pemerintah secara simultan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, terutama untuk membangun stok cadangan pangan yang kokoh.

"Kita harus tetap waspada menghadapi El Nino dengan cadangan pangan yang kokoh, produksi yang terus meningkat, distribusi yang semakin kuat serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan kita," ujar Sarwo.

"Salah satu bukti nyata kesiapsiagaan tersebut adalah Indonesia mempunyai Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang ada di Bulog saat ini mencapai 5,2 juta ton. Ada pula stok CPP dengan komoditas selain beras," tambah Sarwo.

Adapun stok CPP dalam bentuk jagung pakan per 8 Juli masih terdapat sebanyak 188 ribu ton. Stok jagung pakan ini disalurkan untuk peternak unggas melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga yang lebih ekonomis.

Selanjutnya, stok CPP dalam bentuk minyak goreng 1,1 ribu kiloliter yang dikelola Perum Bulog dan ID Food. CPP gula konsumsi masih ada sekitar 2,79 ribu ton yang juga ada di Bulog dan ID Food. CPP dalam bentuk daging ayam ada 38 ton di ID Food.

Sementara untuk komoditas yang sifatnya perishable atau mudah membusuk atau mudah rusak, seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras, Bapanas optimis mampu ditopang dari produksi pangan dalam negeri secara reguler. Hal ini karena  adanya surplus produksi terhadap kebutuhan konsumsi yang cukup tinggi selama setahun.

Melansir dari Proyeksi Neraca Pangan yang diolah Bapanas, untuk cabai besar memiliki perkiraan produksi setahun ini di angka 1,51 juta ton dengan kebutuhan konsumsi setahun 929,27 ribu ton. Untuk cabai rawit produksinya bisa mencapai 1,5 juta ton dengan kebutuhan konsumsinya 913,61 ribu ton.

Untuk bawang merah produksinya setahun ini dapat mencapai 1,32 juta ton dengan kebutuhan konsumsi setahun 1,25 juta ton. Telur ayam ras produksi setahun di 6,98 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 6,47 juta ton. Daging ayam ras produksinya 4,89 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 4,02 juta ton.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement