sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bapanas Ungkap Lonjakan Harga Cabai Rawit Akibat Curah Hujan Tinggi dan Serangan Hama

Economics editor Tangguh Yudha
13/05/2026 10:20 WIB
Bapanas mengungkapkan curah hujan tinggi dan serangan hama menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga cabai rawit merah hingga Rp120.000 per kg.
Bapanas Ungkap Lonjakan Harga Cabai Rawit Akibat Curah Hujan Tinggi dan Serangan Hama. (Foto: iNews Media Group)
Bapanas Ungkap Lonjakan Harga Cabai Rawit Akibat Curah Hujan Tinggi dan Serangan Hama. (Foto: iNews Media Group)

Ketut menambahkan, perbaikan kondisi tersebut terlihat dari jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH cabai rawit yang kini turun menjadi 91 daerah pada minggu pertama Mei 2026, setelah sempat mencapai 127 daerah pada minggu ketiga April lalu. Ia menegaskan, penurunan harga cabai rawit tersebut turut memberikan dampak positif terhadap pengendalian inflasi pangan nasional.

“Artinya secara inflasi dia sudah turun banyak. Kemudian di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) memang oke, tapi secara harga relatif sudah sangat banyak turun,” ucapnya.

Ketut menyebut, kondisi pasokan cabai rawit nasional hingga akhir tahun 2026 masih berada dalam posisi aman. Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional Bapanas per 5 Mei 2026, total produksi cabai rawit tahun ini diperkirakan mencapai 1,59 juta ton dengan total kebutuhan nasional sebesar 913,6 ribu ton. Dari proyeksi tersebut, stok akhir tahun diperkirakan masih tersisa sekitar 60,5 ribu ton.

Sementara itu, khusus periode Mei 2026, ketersediaan cabai rawit diproyeksikan mencapai 168,1 ribu ton, sementara kebutuhan nasional berada di kisaran 78 ribu ton. Neraca pasokan pada Mei diperkirakan masih surplus sekitar 90,1 ribu ton sehingga menjadi bantalan penting dalam menjaga stabilitas harga di pasar konsumen.

(Febrina Ratna Iskana) 

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement