sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Beban Bisnis di Indonesia Berat, Apindo Soroti Tingginya Biaya Logistik dan Bunga Pinjaman

Economics editor Rohman Wibowo
13/02/2026 01:00 WIB
Apindo menanti intervensi pemerintah mengatasi beratnya beban usaha di Indonesia yang selama ini menjadi momok bagi pengusaha.
Apindo menanti intervensi pemerintah mengatasi beratnya beban usaha di Indonesia yang selama ini menjadi momok pengusaha. (Foto: iNews Media Group)
Apindo menanti intervensi pemerintah mengatasi beratnya beban usaha di Indonesia yang selama ini menjadi momok pengusaha. (Foto: iNews Media Group)

"Sehingga kami bisa bersaing dengan Vietnam misalnya. Kenapa Vietnam industrialisasinya luar biasa, apalagi China? Karena mereka bisa membentuk sebuah closed-loop ecosystem (ekosistem) yang terbiayai oleh logistik, itu enggak terlalu membebani. Idealnya di single digit beban logistik terhadap total beban," kata Sanny.

Kedua, faktor yang menyebabkan high cost economy yakni soal pembiayaan atau kredit dari lembaga keuangan. Atensi pengusaha tertuju pada besaran suku bunga kredit atas pinjaman. Sebab, ekspansi bisnis dengan meningkatkan skala produk berkorelasi dengan kekuatan modal.

"Ketika cost of fund-nya diturunkan, maka daya saingnya otomatis menjadi lebih baik. Karena kita berbicara bersaing dengan Malaysia yang mereka sudah kasih bunga 4-6 persen setahun. Singapura bisa 2-4 persen. Kita masih 8-12 persen misalnya," tutur Sanny.

Ketiga, Sanny melanjutkan, masalah terletak pada ongkos energi. Dia menyoroti biaya energi bagi industri masih tergolong besar dibanding negara pesaing di Asia Tenggara. 

"Masih lebih mahal sekitar 30-an persen dibandingkan dengan negara-negara yang industrinya bagus, termasuk Vietnam. Sehingga harapannya kita bisa turun dan lebih kompetitif," katanya.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement