IDXChannel - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI) yang dirilis S&P ke level 46,9 atau turun dari 50,0 pada Mei 2025.
Kalangan pengusaha menilai bahwa situasi ini merupakan dampak langsung dari kontraksi permintaan di pasar global serta membengkaknya biaya operasional di sektor hulu industri domestik.
"Ini kelihatan memang sinyal pelemahan kalau kita lihat dari segi demand. Dengan kondisi geopolitik yang ada, secara global memang demand mengalami penurunan karena masih ada ketidakpastian," ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Shinta menjabarkan bahwa ketidakpastian geopolitik global melahirkan sentimen negatif yang menahan laju transaksi perdagangan antarnegara. Meskipun sempat muncul harapan pemulihan melalui berbagai kesepakatan dagang internasional, penyelesaian konflik yang belum tuntas di lapangan terus memicu volatilitas pasar yang berkepanjangan.
Tekanan geopolitik yang belum mereda di beberapa kawasan dunia terus memberikan dampak berantai terhadap kelancaran arus perdagangan global. Akibatnya, kinerja ekspor nasional mengalami koreksi negatif akibat ketidakstabilan pasar luar negeri.