"Walaupun ada tanda-tanda kesepakatan tapi sampai kini masih ada permasalahan sehingga masih ada volatilitas. Jadi di sinilah menurut kami faktor konflik mempengaruhi dan ekspor juga menurun neracanya. ini menjadi salah satu sebab PMI manufaktur menurun," lanjut Shinta.
Di samping tekanan dari faktor eksternal, para pelaku industri manufaktur di dalam negeri juga harus berhadapan dengan tantangan berat dari sisi rantai pasok dalam negeri. Kenaikan harga bahan baku impor dan melambungnya tarif logistik domestik secara simultan menggerus margin keuntungan para produsen nasional.
Selain kendala serapan pasar, sektor manufaktur dalam negeri juga dihadapkan pada pembengkakan beban operasional yang kian tidak terkendali. Kombinasi antara tingginya biaya input produksi dan lesunya permintaan global secara otomatis menekan ekspansi industri domestik.
"Dari segi supply, biaya usaha juga terus meningkat mulai dari logistik, bahan baku, ini banyak kenaikan. Dengan demand yang lemah, PMI manufaktur pasti melemah juga," tutur Shinta.
(Febrina Ratna Iskana)