sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Apindo Sebut PMI Manufaktur RI Turun Imbas Pelemahan Permintaan Global dan Lonjakan Biaya

Economics editor Rohman Wibowo
07/07/2026 16:18 WIB
Apindo menyoroti penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI) yang dirilis S&P ke level 46,9 atau turun dari 50,0 pada Mei 2025.
Apindo Sebut PMI Manufaktur RI Turun Imbas Pelemahan Permintaan Global dan Lonjakan Biaya. (Foto: Rohman Wibowo/iNews Media Group)
Apindo Sebut PMI Manufaktur RI Turun Imbas Pelemahan Permintaan Global dan Lonjakan Biaya. (Foto: Rohman Wibowo/iNews Media Group)

"Walaupun ada tanda-tanda kesepakatan tapi sampai kini masih ada permasalahan sehingga masih ada volatilitas. Jadi di sinilah menurut kami faktor konflik mempengaruhi dan ekspor juga menurun neracanya. ini menjadi salah satu sebab PMI manufaktur menurun," lanjut Shinta.

Di samping tekanan dari faktor eksternal, para pelaku industri manufaktur di dalam negeri juga harus berhadapan dengan tantangan berat dari sisi rantai pasok dalam negeri. Kenaikan harga bahan baku impor dan melambungnya tarif logistik domestik secara simultan menggerus margin keuntungan para produsen nasional.

Selain kendala serapan pasar, sektor manufaktur dalam negeri juga dihadapkan pada pembengkakan beban operasional yang kian tidak terkendali. Kombinasi antara tingginya biaya input produksi dan lesunya permintaan global secara otomatis menekan ekspansi industri domestik.

"Dari segi supply, biaya usaha juga terus meningkat mulai dari logistik, bahan baku, ini banyak kenaikan. Dengan demand yang lemah, PMI manufaktur pasti melemah juga," tutur Shinta.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement