AALI
8850
ABBA
224
ABDA
6025
ABMM
4380
ACES
650
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
765
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3860
AGAR
316
AGII
2500
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
105
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
144
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1600
AKRA
1305
AKSI
320
ALDO
695
ALKA
290
ALMI
390
ALTO
175
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.43
-0.46%
-2.48
IHSG
7127.50
-0.71%
-51.08
LQ45
1020.20
-0.53%
-5.44
HSI
17855.14
-0.44%
-78.13
N225
26431.55
-2.66%
-722.28
NYSE
0.00
-100%
-14116.59
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,125
Emas
799,103 / gram

Begini Strategi Menkes Jika Covid Jadi Endemi dan Varian Baru Serang RI

ECONOMICS
Kiswondari Pawiro
Senin, 13 September 2021 12:52 WIB
Pemerintah sudah mempersiapkan strategi penanganan covid-19, pertama jika covid menjadi endemi dan bila varian baru covid masuk ke Indonesia.
Begini Strategi Menkes Jika Covid Jadi Endemi dan Varian Baru Serang RI (FOTO: MNC Media)
Begini Strategi Menkes Jika Covid Jadi Endemi dan Varian Baru Serang RI (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sudah mempersiapkan strategi penanganan covid-19, pertama jika covid menjadi endemi dan bila varian baru covid masuk ke Indonesia dan terjadi lonjakan kasus covid lagi.

"Kami di Kementerian Kesehatan memiliki 2 skenario. Skenario pertama adalah skenario normal, di mana tidak ada lonjakan lagi, pandemi menjadi endemi," kata Budi secara virtual dalam Raker bersama Kepala BNPB dan Kemenkeu di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/9/2021).

"Sedangkan skenario kedua bila ada lonjakan lagi kita perlu antisipasi, dengan adanya varian baru," sambungnya.

Menkes Budi menjelaskan, pada skenario kondisi endemi, pihaknya memperkirakan bahwa kasus positif dalam setahun ada 1,9 juta. Sebagai informasi, jumlah kasus yang berjalan sejak Maret 2020 hingga sekarang itu sudah ada 4 juta kasus.

"Jadi kita untuk skenario A bahwa ini kondisinya membaik terus atau rata dengan kondisi sekarang ada 1,9 juta kasus," terangnya.

Lalu skenario B, Budi melanjutkan, jika terjadi lonjakan varian baru yang mengakibatkan adanya lonjakan kasus, pihaknya mengestimasi akan ada 3,9 kasus atau 2 juta kasus lebih tinggi dibandingkan skenario normal atau skenario tidak ada lonjakan.

"Skenario ini akan mempengaruhi dari testing, perawatan dan isolasi," imbuh mantan Wakil Menteri BUMN ini.

Tapi, dia menegaskan, dari sisi vaksinasi tidak berubah  karena untuk vaksinasi nanti baik skenario endemi maupun skenario ada lonjakan kasus, pemerintah akan tetap menjalankan vaksinasi dengan dosis ketiga dan juga vaksinasi untuk anak yang barus memasuki usia 12 tahun. 

"Tapi untuk skenario testing, perawatan dan isolasi itu akan berubah. tergantung dari berapa jumlah kasus aktifnya. misalnya skenario A, testing 28 juta, kalau skenario B 58 juta testing," paparnya.

Menurut Budi, untuk perawatan juga sama, untuk skenario A, ada 20 persen dari 1,9 juta, kalau skenario B 20 persen dari 3,9 juta. Demikian juga dengan isolasi. Pihaknya juga akan membenahi laboratorium, sehingga jumlah kapasitas seluruh laboratorium di Indonesia bisa merilis hasil pengetesan kurang dari 2 hari. Serta mempersiapkan jaringan whole genome sequence untuk memastikan seluruh Indonesia kita bisa teracak kalau ada varian baru.

"Testingnya juga akan kita rapikan, seluruh puskesmas akan kita latih kembali akan kita pastikan sistemnya diserdaharakan agar pelaporan bisa lengkap. Kemudian juga tracingnya yang sekarang sudah mulai membaik akan kita pastikan terus kita jalankan, termasuk juga aplikasi yang akan kita sederhanakan," terang Budi. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD