sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bekasi dan Karawang Makin Penuh, Pelaku Industri Lirik Purwakarta dan Subang

Economics editor Kurnia Nadya
07/05/2026 13:45 WIB
Pergeseran aktivitas industri itu menyusul ketersediaan lahan di kawasan industri matang seperti Bekasi dan Karawang yang mulai berkurang. 
Bekasi dan Karawang Makin Penuh, Pelaku Industri Lirik Purwakarta dan Subang. (Foto: Kawasan Industri Jababeka)
Bekasi dan Karawang Makin Penuh, Pelaku Industri Lirik Purwakarta dan Subang. (Foto: Kawasan Industri Jababeka)

IDXChannel—Laporan Property Market kuartal pertama 2026 dari Colliers Indonesia menunjukkan bahwa aktivitas industri mulai bergeser ke wilayah timur Jakarta seperti Purwakarta dan Subang

Pergeseran aktivitas industri itu menyusul ketersediaan lahan di kawasan industri matang seperti Bekasi dan Karawang yang mulai berkurang. 

Pada kuartal I–2026, penyerapan lahan industri tercatat mencapai hampir 90 hektar, jauh melampaui capaian pada periode yang sama tahun lalu, mencerminkan minat pasar yang tetap kuat meski kondisi ekonomi global masih diwarnai ketidakpastian.

Keterbatasan lahan di kawasan industri yang sudah matang di Bekasi dan Karawang, tanpa adanya tambahan pasokan baru sepanjang kuartal pertama tahun ini, mendorong pelaku industri mencari lokasi alternatif yang menawarkan fleksibilitas ekspansi jangka panjang.

“Keterbatasan lahan di kawasan matang mendorong penyewa untuk mempertimbangkan lokasi lebih ke timur, di mana lahan luas dan harga yang lebih kompetitif masih tersedia,” ujar Head of Industrial & Logistics Services Colliers Ferry dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026). 

Purwakarta mencatatkan transaksi lahan 22 hektare di Jatiluhur Industrial Smart City (JISC), didominasi oleh perusahaan manufaktur lokal. Sementara itu, Subang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan baru dengan kehadiran pabrik BYD dan Pelabuhan Patimban.

Selain manufaktur, sektor pusat data atau data center dan kimia turut menjadi pendorong pertumbuhan pasar dengan kontribusi lebih dari 36 persen terhadap total akuisisi lahan industri. 

Transaksi terbesar tercatat di koridor barat atau Cilegon dengan luas mencapai 26 hektare untuk industri petrokimia dan pipa.

Dari sisi harga, rata-rata harga permintaan lahan industri meningkat menjadi USD181,59 per meter persegi. Kenaikan harga paling signifikan terjadi di wilayah berkembang seperti Subang, didukung oleh pembangunan infrastruktur dan peningkatan investasi.

Colliers memprediksi pasar kawasan industri ke depan akan memasuki fase konsolidasi. Keberhasilan kawasan industri dinilai akan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, keandalan utilitas, serta kemudahan proses perizinan untuk menarik investor teknologi tinggi dan operator pusat data.


(Nasywa Salsabila)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement