AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24965.55
0.05%
+13.20
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
0.00
-100%
-16818.98
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Belajar dari Ledakan Kasus Covid-19 di Singapura, Dokter Ahli Ungkap Sejumlah Fakta

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Kamis, 14 Oktober 2021 07:18 WIB
Pakar kesehatan dr. Muhamad Fajri Adda'i menjelaskan bahwa ada hal menarik dari meledaknya kasus Covid-19 yang terjadi di Singapura.
Belajar dari Ledakan Kasus Covid-19 di Singapura, Dokter Ahli Ungkap Sejumlah Fakta(Dok.MNC Media)
Belajar dari Ledakan Kasus Covid-19 di Singapura, Dokter Ahli Ungkap Sejumlah Fakta(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i menjelaskan bahwa ada hal menarik dari meledaknya kasus Covid-19 yang terjadi di Singapura. Menurutnya, meski sedang dalam kondisi gawat, namun Singapura mampu mengatasi kondisi tersebut dengan baik.

Melalui akun Instagram pribadinya @dr.fajriaddai, Kamis (14/10/2021) ia mengatakan bahwa ledakan kasus Covid-19 di Singapura dalam tiga hari terakhir rata-rata 3.600 kasus. Padahal kasus Covid-19 sebelumnya sempat mencapai nol kasus.

"Jadi dari ribuan orang tersebut sebanyak 98 persen gejalanya ringan atau tidak bergejala. Mengapa bisa ketahuan? Karena tes mereka begitu besar yakni mencapai 60 ribu per hari selain penduduknya yang tidak begitu banyak," kata dr. Fajri.

Tak hanya itu positivity rate Singapura juga hanya berkisar antara 5,4 persen. Serta kasus meninggal dunia hanya 10 orang per hari dalam waktu tiga hari terakhir. Bahkan selama masa pandemi itu hanya ada 183 kasus kematian yang angkanya terbilang masih sangat rendah.

"Beberapa peneliti berpikir mungkin cakupan program vaksin Covid-19 sudah cukup luas. Lebih dari 80 persen populasi Singapura sudah divaksinasi dua dosis (lengkap). Ditambah dengan sistem kesehatan yang lebih mumpuni dan responsif sehingga bisa mendeteksi kegawatan lebih awal," tuntasnya.

(IND)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD