AALI
9300
ABBA
535
ABDA
6950
ABMM
1200
ACES
1265
ACST
252
ACST-R
0
ADES
2780
ADHI
920
ADMF
7675
ADMG
212
ADRO
1740
AGAR
370
AGII
1475
AGRO
2350
AGRO-R
0
AGRS
200
AHAP
69
AIMS
312
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
570
AKRA
4070
AKSI
434
ALDO
755
ALKA
228
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
457.34
-0.19%
-0.86
IHSG
6113.11
-0.15%
-9.38
LQ45
859.88
-0.17%
-1.43
HSI
24500.39
1.21%
+291.61
N225
30183.96
-0.19%
-56.10
NYSE
16599.80
0.37%
+60.65
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
797,200 / gram

Berpotensi Besar, Menparekraf Sandiaga Uno Yakin Pariwisata Halal Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

ECONOMICS
Winda Destiana
Kamis, 05 Agustus 2021 11:32 WIB
Besarnya potensi wisata halal yang dimiliki Indonesia merujuk peringkat Indonesia dalam World Travel and Tourism Console Index tahun 2018.
Wisata Halal bantu buka lapangan pekerjaan (Ilustrasi)

IDXChannel - Indonesia tidak hanya memiliki beragam objek wisata saja, namun pariwisata halal juga tengah digiatkan oleh tanah air. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno kian gencar mengembangkan pariwisata halal guna menciptakan lapangan kerja baru. 

Kali ini, dirinya mengajak civitas akademika untuk ikut serta dalam mengembangkan pariwisata halal nasional tersebut. Menparekraf Sandiaga juga menyampaikan saat ini Kemenparekraf tengah fokus pada penambahan layanan. 

Penambahan layanan tersebut mengacu kepada tiga konsep, yakni need to have (harus untuk dimiliki), good to have (baik untuk dimiliki) dan nice to have (senang untuk dimiliki).

Besarnya potensi wisata halal yang dimiliki Indonesia merujuk peringkat Indonesia dalam World Travel and Tourism Console Index tahun 2018. Indonesia diungkapkannya menempati posisi kesembilan di dunia dan nomor satu di Asia Tenggara.

Sedangkan, berdasarkan Globaly Economy Report, terdapat lima negara muslim di dunia yang memiliki potensi wisata halal terbesar, yaitu Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait dan Indonesia.

Namun, pandemi covid-19 memicu kemerosotan. Kontribusi sektor parekraf yang sudah hampir menyentuh lima persen terhadap ekonomi nasional itu pun kini anjlok.

Alasannya karena wisatawan mancanegara turun sebesar 75 Persen dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

"Pandemi ini merupakan kemunduran, tapi kami yakin bahwa di balik kesulitan ada kemudahan secara bersamaan," ungkap Sandiaga Uno.

Dirinya pun meyakini wisata muslim friendly tourism akan lebih personalized, customized dan smaller in size yang mengacu kepada prinsip halal dan thoyib dengan aspek CHSE-kebersihan, kesehatan, keselamatan dan keberlanjutan dari segi lingkungan.

Total potensi pariwisata halal yang dimiliki Indonesia pun disebutkannya sangat luar biasa. Tercatat ada lebih dari USD1,6 triliun dan sudah membuka peluang bagi industri global pariwisata atas kebutuhan yang berkualitas dari wisatawan muslim. 

Oleh karena itu, dirinya mengajak seluruh pihak untuk mendorong konsep 'Berwisata di Indonesia Aja'. Salah satunya lewat mengunjungi situs-situs wisata religi yang ada di Indonesia.

"Seperti yang disampaikan dalam firman Allah SWT, Allah SWT memberikan satu qlue kepada kita untuk tadabur alam, melihat binatang-binatang, alam yang ada di sekitar kita, gunung yang tersusun rapih, alam yang terhampar begitu indah, langit-langit yang cemerlang dan gemilang," ungkap Sandiaga Uno.

"Oleh karena itu mari kita beradaptasi dan berkolaborasi, bukan hanya kita mendorong hotel halal atau transportasi halal, kita juga mendorong paket wisata halal dan keuangan halal," jelasnya. 

Para pelaku usaha parekraf pun diharapkankannya dapat bertahan dan kembali membuka lapangan kerja bagi jutaan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor parekraf. 

"Mari bangkit di saat sulit, menang melawan Covid-19," ungkap Sandiaga Uno.

"Majukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan bersama-sama bergandengan tangan," sambungnya bersemangat. (NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD