"Saat ini kami memiliki banyak LNG. Jadi, di beberapa bagian, sebenarnya kami tidak secara langsung, katakanlah, membutuhkan gas Rusia. Tetapi untuk teknologi Rusia dan pengembangan proyek bersama, kami sangat terbuka," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya, Kamis (3/9/2026) di Rusia.
Presiden juga memaparkan Indonesia telah membuka setidaknya 138 blok eksplorasi energi. Secara terbuka Presiden mengajak perusahaan-perusahaan Rusia dengan teknologi yang dimiliki untuk menggarap potensi-potensi tersebut.
"Saya kira hari ini telah ditandatangani sebuah nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan pupuk kami dengan salah satu kelompok usaha terbesar di Rusia untuk melakukan investasi bersama dalam sebuah proyek, yaitu memproduksi pupuk berbasis gas di Rusia, tepatnya di wilayah Timur Jauh," tuturnya. (Febrina Ratna Iskana)