Arum kemudian merincikan tunggakan-tunggakan yang harus diselesaikan BGN. Pertama, untuk Belanja Bahan dengan tunggakan sebesar Rp16.119.536.548 (Rp16,1 miliar). Kedua, sertifikasi SPPG sebesar Rp111.631.740.960 (Rp111 Miliar).
Ketiga, Jasa konsultan sebesar Rp200 juta. Keempat, sewa kendaraan insidentil sebesar Rp121.951.599. Kelima, honor narasumber sebesar Rp812.968.500.
"Nah ini mohon maaf kami mungkin masih banyak utang ke tempat lain, jasa lainnya, ada EO, publikasi dan sebagainya Rp330 miliar," ungkapnya.
Kemudian, kata dia, BGN masih memiliki utang kepada UNHAN sebesar Rp7.395.240.200 (Rp7,3 miliar), perjalanan dinas sebesar Rp684.395.463.
Tunggakan Banper MBG sebesar Rp100.641.825.064 (Rp100 Miliar) dan terakhir belanja modal atau aset sebesar Rp1.040.990.661.519 (Rp1 triliun).