AALI
8125
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1310
ACES
1320
ACST
240
ACST-R
0
ADES
2500
ADHI
730
ADMF
7750
ADMG
240
ADRO
1280
AGAR
400
AGII
1690
AGRO
2630
AGRO-R
0
AGRS
232
AHAP
58
AIMS
426
AIMS-W
0
AISA
222
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
615
AKRA
3510
AKSI
448
ALDO
635
ALKA
234
ALMI
232
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/07/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
449.34
-0.4%
-1.83
IHSG
6106.39
0.08%
+4.70
LQ45
841.82
-0.46%
-3.89
HSI
26192.32
-4.14%
-1129.66
N225
27833.29
1.04%
+285.29
NYSE
16552.38
0.59%
+96.48
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
841,757 / gram

BI Ungkap Strategi yang Bisa Optimalkan Pertumbuhan Ekonomi 2021 hingga 4,3 Persen

ECONOMICS
Anggie Ariesta
Kamis, 22 Juli 2021 17:37 WIB
Perry masih membuka kemungkinan jika pertumbuhan ekonomi nasional bisa lebih tinggi dari titik tengah 3,9 persen.
Perry masih membuka kemungkinan jika pertumbuhan ekonomi nasional bisa lebih tinggi dari titik tengah 3,9 persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 menyusul merebaknya virus Covid-19 varian Delta. Gubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan revisi prediksi pertumbuhan ekonomi nasional untuk keseluruhan tahun 2021 menjadi 3,5 hingga 4,3%, dengan titik tengah di kisaran 3,9%.

Perry mengatakan, titik tengah 3,9% tersebut masih lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya pada saat pembahasan asumsi makro di Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang sebesar 3,8%.

"Kami melihat ada potensi bisa lebih tinggi dari 3,9 persen, dengan kebijakan-kebijakan tentu saja vaksinasi yang lebih cepat sehingga herd immunity-nya bisa dicapai lebih baik, dan penerapan protokol Covid-19," ujar Perry dalam sesi hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (22/7/2021).

Asumsi lebih tinggi itu disebutnya muncul berkat adanya kebijakan pemerintah dalam menangani lonjakan kasus pandemi Covid-19 yang disebabkan varian delta. Semisal percepatan program vaksinasi, pertumbuhan kinerja ekspor hingga lanjutan program stimulus dari sisi fiskal dan moneter.

Namun, Perry juga masih membuka kemungkinan jika pertumbuhan ekonomi nasional bisa lebih tinggi dari titik tengah 3,9% dengan percepatan vaksinasi sebagai kunci utamanya.

Selain itu, dia menyebutkan perbaikan ekonomi global seperti yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa juga jadi salah satu faktor penting. Demikian juga belanja fiskal, dan stimulus-stimulus moneter maupun kebijakan-kebijakan paket terpadu.

"Kami melihat ada peluang dan potensi bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 akan bisa lebih tinggi dari titik tengah 3,9%, dalam kisaran 3,5-4,3%," pungkasnya. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD