AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/10/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
518.56
-0.09%
-0.46
IHSG
6656.00
-0.04%
-2.77
LQ45
975.16
-0.13%
-1.28
HSI
26136.02
1.35%
+348.81
N225
29255.55
0.14%
+40.03
NYSE
16988.16
0.75%
+126.16
Kurs
HKD/IDR 1,808
USD/IDR 14,075
Emas
805,176 / gram

Bank Indonesia Prediksi Perekonomian Global Tumbuh 5,8 Persen 

ECONOMICS
Anggie Ariesta
Kamis, 22 Juli 2021 16:11 WIB
Bank Indonesia (BI) memperkirakan perekonomian global akan tumbuh lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya, yakni sekitar 5,8%.
Bank Indonesia Prediksi Perekonomian Global Tumbuh 5,8 Persen  (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) memperkirakan perekonomian global akan tumbuh lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan angka proyeksi pertumbuhan ekonomi global direvisi ke atas, dari 5,7% menjadi 5,8%. 

“BI merevisi ke atas perkiraan pertumbuhan ekonomi global 2021 menjadi 5,8% dari sebelumnya 5,7%,” katanya saat melaporkan hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (22/7/2021).


Menurut Perry, peningkatan pertumbuhan ekonomi akan terjadi di Amerika Serikat dan negara di kawasan Eropa seiring dengan percepatan vaksinasi Covid-19 dan berlanjutnya stimulus fiskal dan moneter. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di China pun diperkirakan akan berlanjut. 

Sementara itu, pertumbuhan di India dan negara Asean diperkirakan akan lebih rendah dikarenakan kebijakan pembatasan mobilitas akibat dari melonjaknya kasus Covid-19. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan meningkat, volume perdagangan dan harga komoditas dunia diperkirakan lebih tinggi sehingga akan mendukung kinerja ekspor di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain itu, Perry mengatakan ketidakpastian pasar keuangan global masih terus mengalami peningkatan karena penyebaran Covid-19 dan adanya rencana tapering oleh the Fed. Kondisi ini menyebabkan investor mengalihkan modalnya ke aset yang lebih aman sehingga aliran modal asing ke emerging market menjadi terhambat dan nilai tukar di negara tersebut pun menjadi tertekan. 

Adapun, BI juga melakukan revisi angka proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik 2021. Proyeksi pertumbuhan ekonomi direvisi ke bawah dari 4,1 hingga 5,1% menjadii 3,5 hingga 4,3%. “BI perkirakan ekonomi pada 2021 jadi 3,5-4,3 persen dari proyeksi sebelumnya 4,1-5,1%,” katanya. 

Perry memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2021 akan lebih rendah dikarenakan kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat guna mengendalikan penyebaran Covid-19. Perekonomian pada kuartal IV diperkirakan akan kembali meningkat, didorong oleh perbaikan mobilitas masyarakat sejalan dengan peningkatan vaksinasi Covid-19 dan berlanjutnya stimulus fiskal dan moneter, serta meningkatnya kinerja ekspor. 

(IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD