AALI
9825
ABBA
0
ABDA
6950
ABMM
1210
ACES
1260
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2710
ADHI
915
ADMF
7675
ADMG
212
ADRO
1780
AGAR
368
AGII
1485
AGRO
2260
AGRO-R
0
AGRS
206
AHAP
69
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
200
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
570
AKRA
4030
AKSI
434
ALDO
750
ALKA
222
ALMI
240
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/09/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
458.30
0.21%
+0.96
IHSG
6122.55
0.15%
+9.44
LQ45
861.34
0.17%
+1.46
HSI
24311.91
-0.77%
-188.48
N225
29437.68
-2.47%
-746.28
NYSE
16328.79
-1.63%
-271.00
Kurs
HKD/IDR 1,831
USD/IDR 14,265
Emas
796,218 / gram

PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Risiko Bagi Pertumbuhan Ekonomi RI

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Sabtu, 17 Juli 2021 10:05 WIB
Pemerintah resmi memperpanjang PPKM darurat, ekonom dari CORE Indonesia yakit kebijakan ini bisa berisiko bagi pertumbuhan ekonomi RI.
PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Risiko Bagi Pertumbuhan Ekonomi RI. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah melalui Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendi, resmi memperpanjang kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga akhir Juli 2021.

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan pihaknya memprediksi pertunbuhan ekonomi di kuartal ketiga akan menurun hingga 3 persen. 

“Di kuartal kedua sebelumnya untuk pertama kalinya pertumbuhan ekonomi kita positif, pemerintah memasang 7-8 %  pertumbuhannya tapi  kami (Core) memprediksi  4- 5 % dan itu tinggi dibanding kuartal sebelumnya. Kalau diberlakukan lagi ini akan merosot lagi bisa jadi lebih rendah dari 3%,” kata Faisal saat dihubungi MNC News Portal Indonesia, Sabtu (17/07/2021).  

Faisal mengatakan dampak dari diberlakukannya PPKM terhadap ekonomi ini berdampak secara langsung, dan untuk sektor diatur untuk mengalami pembatasan akan semakin merosot signifikan.

“Semakin besar resesinya semakin banyak sektor yang terdampak pada sektror tersebut yaitu seperti retail, transportasi, sektor pariwisata, penginapan, hotel, akomodasi dan angkutan umum atau transportasi,” ujarnya.

Meskipun angkutan umum dibatasi 70 persen itu akan berdampak dan akan menurun jauh dan mempengaruhi demand kepada transportasi terlebih transportasi udara.

“Melihat dari grafik angka laju kenaikan kasus ya, secara  eksponensial kita tidak melihat pemberlakuan PPKM ini efektif dan harus menjadi evaluasi kemudian dampaknya belum terlihat dan tentu ini berati harus ada perbaikan,” katanya.

Dirinya berharap pemerintah terus menggenjot dan menggencarkan target capaian dan program vaskinasi untuk membentuk herd immunity dan pemerintah harus memperhatikan bantuan sosial dan bisa mengoptimalkan stimulus bagi pelaku terdampak. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD