"Jadi kami menciptakan suku bunga rendah karena memang inflasi sudah rendah. Karena kita ingin juga mendorong ekonomi karena ekonomi kita sekarang masih berada di bawah potensial levelnya," tutur dia.
"Sehingga dorongan pertumbuhan ekonomi ke depan ini tidak akan juga mendorong inflasi. Nah, oleh karena itu kami masih memperkirakan inflasi itu masih dalam ruang yang manageable dengan besaran inflasi 2,5 persen plus minus 1 persen," ia menambahkan.
(Febrina Ratna Iskana)