sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bisnis Reasuransi Tertekan Konflik AS-Iran, Sektor Energi dan Maritim Paling Terdampak

Economics editor Anggie Ariesta
16/05/2026 10:54 WIB
Ketegangan geopolitik global yang dipicu oleh konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berdampak pada industri perasuransian domestik.
Bisnis Reasuransi Tertekan Konflik AS-Iran, Sektor Energi dan Maritim Paling Terdampak. (Foto: iNews Media Group)
Bisnis Reasuransi Tertekan Konflik AS-Iran, Sektor Energi dan Maritim Paling Terdampak. (Foto: iNews Media Group)

Imbasnya, pasar reasuransi mengalami fase hardening, di mana harga premi cenderung merangkak naik sebagai kompensasi atas tingginya risiko keamanan global.

"Selain itu, terdapat peningkatan risiko klaim akibat gangguan operasional dan aktivitas perdagangan internasional, serta tekanan terhadap harga premi reasuransi yang cenderung mengalami penyesuaian (hardening)," tambahnya.

Tekanan eksternal ini tecermin dari data operasional industri per Maret 2026. OJK mencatat total perolehan premi reasuransi berada di angka Rp7,62 triliun, atau mengalami penurunan sebesar Rp0,11 triliun (turun 1,43 persen) secara year-on-year (YoY).

Secara spesifik, lini bisnis yang paling terkoreksi tajam akibat konflik ini yaitu Premi Rangka Kapal merosot sebesar Rp0,04 triliun atau turun 11,40 persen secara tahunan, Premi Energi Onshore menyusut Rp0,03 triliun atau berkurang hingga 17 persen YoY dan Premi Energi Offshore mengalami penurunan sebesar Rp0,01 triliun, yang dinilai sebagai penurunan cukup signifikan secara YoY.

Meskipun pendapatan premi di lini usaha strategis tersebut mengalami kontraksi akibat faktor makro global, industri asuransi umum dan reasuransi secara akumulatif masih mampu mempertahankan efisiensi internalnya.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement