AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Bos BTN (BBTN) Sebut Sektor Perumahan Jadi Lokomotif Pemulihan Ekonomi Indonesia

ECONOMICS
Kunthi Fahmar Sandy
Senin, 14 Maret 2022 09:46 WIB
Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo ungkap sektor perumahan bisa jadi lokomotif percepatan pemulihan ekonomi di tengah tantangan pandemi Covid-19.
Bos BTN (BBTN) Sebut Sektor Perumahan Jadi Lokomotif Pemulihan Ekonomi Indonesia (Dok.MNC)
Bos BTN (BBTN) Sebut Sektor Perumahan Jadi Lokomotif Pemulihan Ekonomi Indonesia (Dok.MNC)

IDXChannel - Pemerintah melalui berbagai programnya terus berupaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. 

Upaya pemerintah pun tergolong berhasil, karena memberikan dampak langsung terhadap kebangkitan perekonomian Indonesia. 

Pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik, mengindikasikan keberhasilan Pemerintah dalam upaya penanganan Covid-19. Sudah tentu sektor properti menjadi salah satu faktor utama peningkatan ekonomi. 

Karena, pemerintah sendiri akan terus menjadikan properti sebagai pendorong tren peningkatan pemulihan ekonomi nasional.

"Apalagi sektor properti memiliki multiplier effect, baik dari sisi forward linkage maupun backward linkage, terhadap industri turunannya," kata Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Haru Koesmahargyo, Senin (14/3/2022). 

Dia juga mengaku siap mengawal pemulihan ekonomi nasional melalui pembiayaan perumahan yang dilakukan perseroan. 

Dia menilai pertumbuhan sektor perumahan mempunyai peluang yang besar untuk menjadi lokomotif percepatan pemulihan ekonomi di tengah tantangan pandemi Covid-19 yang tahun ini masuk pada fase ketiga. 

“Sebab secara universal pertumbuhan sektor perumahan berpotensi menumbuhkan ekonomi pada sektor lainnya,” ujar Haru. 

Menurut Haru, sektor perumahan berkontribusi terhadap PDB secara langsung diikuti dengan multiplier effect kepada 174 sektor lainnya. Sektor perumahan merupakan sektor yang padat modal dan padat karya. “Dibutuhkan kurang lebih lima pekerja bangunan atau 500 ribu pekerja untuk pembangunan setiap 100 ribu unit rumah,” katanya. 

Selain itu, sektor perumahan juga mendorong peningkatan konsumsi produk lokal, pasalnya 90% bahan bangunan yang digunakan dalam konstruksi bersumber dari produk lokal. Begitu juga dalam hal penerimaan negara dimana dari tiap unit rumah yang terjual, pemerintah mendapatkan penerimaan negara dalam bentuk pajak PPH, PPN, BBN, PBB, dan BPHTB.  

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD