Amalia menyampaikan bahwa hasil PPIKN 2025 memiliki banyak output strategis.
"Selain menyediakan data penduduk yang lengkap, kegiatan ini menghasilkan indikator kependudukan untuk perumusan kebijakan, menyediakan geotagging rumah tangga untuk intervensi yang lebih presisi, serta menjadi kerangka dasar bagi survei dan analisis strategis di wilayah IKN ke depan," kata dia.
Senada, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bapak Rachmat Pambudy, mengatakan data kependudukan IKN ini adalah pondasi bagi keberlanjutan pembangunan IKN.
"Sensus bukan sekadar pendataan melainkan upaya negara untuk lebih memahami warganya," kata dia.
Pelaksanaan PPIKN 2025 melibatkan 856 petugas lapangan yang berasal dari masyarakat sekitar, dengan kegiatan pendataan dilaksanakan pada periode 1 Juli hingga 15 Agustus 2025.
(NIA DEVIYANA)