Publik sempat mempertanyakan anomali pada data konsumsi listrik PLN yang mencatatkan angka negatif di saat ekonomi tumbuh. Amalia memberikan klarifikasi bahwa banyak industri besar kini telah beralih menggunakan pembangkit mandiri atau captive power. Sementara itu, penurunan di sektor rumah tangga disebabkan oleh efek kebijakan harga pada periode sebelumnya yang memicu perubahan perilaku konsumen.
"Banyak industri padat energi menggunakan sumber listrik mandiri sehingga tidak tercatat di PLN, sedangkan konsumsi listrik rumah tangga negatif karena tahun lalu ada diskon 50 persen yang memicu aksi borong atau front-loading di awal tahun lalu. Namun, jika kita bedah lebih dalam, konsumsi listrik di sektor industri dan bisnis sebenarnya masih tetap tumbuh positif seiring dengan geliat ekonomi di lapangan," kata Amalia.
Keraguan publik mengenai apakah data BPS bisa bias untuk angka tertentu juga ditepis dengan penjelasan mengenai standar internasional yang digunakan. BPS terikat pada manual baku yang diacu oleh seluruh negara di dunia untuk memastikan data tersebut valid dan dapat diperbandingkan secara global. Proses ini diperketat dengan sistem agregasi berjenjang yang melibatkan ribuan personel di daerah.
"BPS tidak melakukan proyeksi, kami mengumpulkan data sesuai fakta lapangan berdasarkan manual internasional seperti System of National Accounts (SNA) 2008 dan Quarterly National Accounts Manual. Angka nasional ini adalah agregasi dari PDRB daerah yang dihitung serempak oleh BPS kabupaten/kota hingga provinsi, lalu kami rekonsiliasi agar hasilnya sama dan tidak mungkin kami sesukanya menetapkan angka tanpa standar quality assurance yang ketat," ungkapnya.
Amalia menitiberatkan bahwa literasi statistik masyarakat masih menjadi tantangan besar bagi BPS hingga saat ini. Oleh karena itu, BPS terus bertransformasi dengan menghadirkan data dalam kemasan yang lebih sederhana dan mudah dicerna oleh masyarakat umum. Upaya ini dilakukan melalui berbagai kanal, baik secara fisik di kampus-kampus maupun melalui platform digital.