"Memang PR kami adalah meningkatkan literasi statistik karena belum sepenuhnya masyarakat memahami angka BPS secara utuh, sehingga kami mulai membangun narasi yang lebih sederhana di media sosial seperti analogi statistik gorengan. Kami juga menyediakan Pelayanan Statistik Terpadu (PST) di kantor-kantor daerah serta membuka Pojok Statistik di berbagai universitas agar masyarakat lebih mudah mengakses dan memahami data kami," tuturnya.
(Febrina Ratna Iskana)