AALI
9600
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7650
ADHI
830
ADMF
8050
ADMG
173
ADRO
2970
AGAR
324
AGII
2030
AGRO
730
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1060
AKSI
296
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
212
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.09
-0.81%
-4.37
IHSG
6971.29
-0.64%
-44.77
LQ45
1002.80
-0.79%
-7.94
HSI
22124.19
-0.47%
-105.33
N225
26984.14
0.42%
+112.87
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,840
Emas
871,109 / gram

Buka Kembali Keran Ekspor CPO, Ini Pertimbangan Pemerintah

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Kamis, 19 Mei 2022 22:27 WIB
setelah ekspor dihentikan selama kurang lebih sekitar 20 hari, pemerintah menilai pasokan minyak goreng di dalam negeri sudah mulai membaik.
Buka Kembali Keran Ekspor CPO, Ini Pertimbangan Pemerintah (foto: MNC Media)
Buka Kembali Keran Ekspor CPO, Ini Pertimbangan Pemerintah (foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah memutuskan untuk kembali membuka keran ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), terhitung mulai Senin (23/5/2022) mendatang. Aktivitas ekspor kembali diijinkan, setelah sejak 28 April 2022 lalu pemerintah melarangnya guna memperbaiki pasokan dalam negeri yang sempat membuat harga minyak goreng di pasar domestik melambung.

Kini, setelah ekspor dihentikan selama kurang lebih sekitar 20 hari, pemerintah menilai pasokan minyak goreng di dalam negeri sudah mulai membaik, dengan harga yang juga mulai berangsur melandai. Karenanya, tidak ada lagi alasan bagi pemerintah untuk menutup keran ekspor CPO lebih lama lagi.

Tak hanya itu, pemerintah juga memahami bahwa larangan ekspor di lain pihak juga membuat daya serap perusahaan sawit terhadap Tandan Buah Segar (TBS) jadi menurun. Hal ini membuat sebagian TBS produksi petani jadi tidak terserap, sehingga harganya juga menjadi jatuh dan merugikan kalangan petani.

"Sehingga, berdasarkan kondisi pasokan saat ini, dan mempertimbangkan adnaya 17 ribu pekerja sawit, maka Saya putuskan ekspor minyak ajak dibuka kembali pada Senin 23 Mei 2022," ujar Presiden dalam konferensi persnya, Kamis (19/5/2022).

Menurut Presiden, harga minyak goreng di pasar saat ini sudah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Bahkan dari sisi ketersediaan pun, minyak goreng di pasar yang sebelumnya tergolong langka, kini secara pasokan juga sudah mulai berlimpah.

"Pada bulan maret sebelum ada larangan hanya 65,4 ribu ton, setelah dilakukan pelarangan ekspor, pasokan kira mendapatkan 120 ribu ton perbulannya," tutur Presiden.

Presiden Jokowi menyebut kondisi ketersediaan pasokan minyak goreng yang ada saat ini bakal membawa harga minyak goreng di pasar bakal normal kembali dalam beberapa waktu kedepan.

"Saya meyakini, dalam beberapa minggu kedepan akan semakin terjangkau, karena ketersediaannga melimpah," pungkas Presiden Jokowi. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD