AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Bukan Dana PEN, Airlangga Sebut Proyek IKN dari Anggaran Kementerian PUPR

ECONOMICS
Michelle Natalia
Senin, 24 Januari 2022 12:45 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menolak jika proyek pembangunan ibu kota negara (IKN) baru mengambil dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional.
Bukan Dana PEN, Airlangga Sebut Proyek IKN dari Anggaran Kementerian PUPR. (Foto: MNC Media)
Bukan Dana PEN, Airlangga Sebut Proyek IKN dari Anggaran Kementerian PUPR. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menolak jika proyek pembangunan ibu kota negara (IKN) baru mengambil dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022 sebesar Rp178 triliun. 

Kepada wartawan melalui konferensi virtual, Airlangga menegaskan dana pembangunan IKN akan diambil dari dana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Di mana pada fase pertama membutuhkan Rp45 triliun.

"Terkait IKN ini anggarannya yang ada adalah di PUPR yang saat ini ada, dan memang diperkirakan untuk fase pertama itu dibutuhkan dana sebesar Rp45 triliun, namun dana ini dana yang secara bertahap tergantung pada kebutuhan dan progres. Jadi saya sampaikan dana itu yang ada di PUPR, dan dana PEN saat sekarang tidak ada tema untuk IKN," ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (24/1/2022).

Terkait dana PEN Rp451,64 triliun, sambung dia, dana tersebut akan digunakan untuk bidang kesehatan, perlindungan masyarakat dan penguatan ekonomi.

"Jadi saya ingatkan dana PEN yang sudah diputuskan itu Rp451,64 triliun terdiri dari 3 bidang, bidang kesehatan Rp125,97 triliun, perlindungan masyarakat Rp150,8 triliun, penguatan ekonomi sebesar Rp174,87 triliun," ucapnya.

Dia menegaskan bahwa dari 3 bidang tersebut, terkait ekonomi adalah dengan infrastruktur, ketahanan pangan, ICT, UMK, investasi pemerintah, dan perpajakan. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD