"Nah, dalam 2-3 tahun ke depan mungkin akan dibuat dulu di Jakarta selama masa transisi ini sebelum nanti akan lebih dikembangkan di Jakarta dan Bali. Persiapan ini termasuk penunjukan nanti oleh Bapak Presiden untuk istilahnya gubernurnya, pengelola kawasan, dan yang lainnya," kata Rosan.
Selama periode transisi berlangsung, pemerintah juga merampungkan payung tata kelola, aturan kelembagaan, hingga struktur kepemimpinan kawasan. Kesiapan infrastruktur pendukung di ibu kota menjadi alasan utama pemilihan Jakarta sebagai lokasi awal penopang pusat keuangan berskala global ini.
Penggunaan aset terintegrasi berupa gedung baru milik BUMN dinilai dapat memangkas waktu pengerjaan sehingga penataan kawasan finansial bisa segera dieksekusi.
"Kalau Jakarta kita akan menggunakan salah satu gedung kita, kebetulan Gedung Danareksa itu adalah gedung baru juga, dan itu rencananya akan kita pergunakan pada saat kita men-setup financial center di Jakarta dulu," kata Rosan.
(Nur Ichsan Yuniarto)