AALI
9800
ABBA
290
ABDA
6525
ABMM
1390
ACES
1345
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3520
ADHI
820
ADMF
7575
ADMG
196
ADRO
2250
AGAR
362
AGII
1440
AGRO
1365
AGRO-R
0
AGRS
174
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
795
AKSI
805
ALDO
1390
ALKA
340
ALMI
298
ALTO
254
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
503.11
-0.48%
-2.45
IHSG
6609.25
-0.07%
-4.81
LQ45
940.81
-0.42%
-4.00
HSI
24064.06
-0.2%
-48.72
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
16950.91
-1.56%
-268.15
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,548 / gram

Cash Flow Seret, BUMN Gapura Angkasa Butuh Kucuran Dana Pemerintah

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Kamis, 02 September 2021 19:21 WIB
PT Gapura Angkasa (Persero) tengah mengalami tekanan cash flow akibat pandemi.
Cash Flow Seret, BUMN Gapura Angkasa Butuh Kucuran Dana Pemerintah (Dok.MNC Media)
Cash Flow Seret, BUMN Gapura Angkasa Butuh Kucuran Dana Pemerintah (Dok.MNC Media)

IDXChannel - PT Gapura Angkasa (Persero) tengah mengalami tekanan cash flow akibat pandemi Covid-19. Padahal perseroan merupakan penyedia layanan penerbangan berupa ground handling di bandara udara milik PT Angkasa Pura I (Persero) dan Angkasa Pura II (Persero). 

Ground Handling berkaitan dengan penanganan atau pelayanan bagasi, kargo, pos, peralatan pembantu pergerakan pesawat di darat dan selama di bandar udara, baik untuk keberangkatan hingga kedatangan. 

Direktur Project Management Office (PMO) Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, Edwin Hidayat menyebut, tekanan Gapura disebabkan sejumlah faktor. Baik produksi yang menurun hingga utang PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, yang mencapai Rp 600 miliar dan belum dibayarkan. 

"BUMN ini punya ground handling namanya PT Gapura. PT Gapura ini kondisinya sangat tidak menguntungkan karena memang produk turun sekali karena jumlah (penumpang) turun," ujar Edwin saat RDP bersama Komisi VI DPR, Kamis (2/9/2021). 

Edwin memaparkan, penurunan lalu lintas penerbangan dalam negeri mengakibatkan penurunan total produksi ground handling sebesar 30,5 persen sejak 2018-2022. Sementara, layanan ini adalah kontributor pendapatan utama profitabilitas bisnis layanan penunjang penerbangan mencapai 60,5 persen. 

Selain itu, keterpurukan Garuda Indonesia juga ikut mempengaruhi kinerja perusahaan. Sebab, tingkat produksinya juga bergantung pada kinerja maskapai penerbangan pelat merah tersebut. 

"PT Gapura ini kondisinya sangat tidak menguntungkan karena memang produk turun sekali karena jumlah turun. Dan sangat berdampak dengan kondisi Garuda pada saat ini, outstanding utang Garuda kepada Gapura itu lebih dari Rp 700 miliar, jadi sudah produksi turun, ini yang sangat memberatkan," ungkap dia. 

Karena itu, PT Aviasi Pariwisata Indonesia sebagai Holding Aviasi dan Pendukung membutuhkan penguatan modal guna mengembangkan pelayanan, penataan bisnis dan portofolio Gapura Angkasa. 

Edwin mencatat, pihaknya akan mengalokasikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 700 miliar untuk modal. 

"Dan kita harapkan ada Rp 700 miliar kita alokasikan ke Gapura. Untuk penguatan modal dan juga peremajaan alat-alat, termasuk menata portofolio usahanya," ungkap dia. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD