sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Cerita Relawan SPPG di NTT: Dulu Susah Beli Beras, Sekarang Bisa Punya Motor

Economics editor Rahmat Fiansyah
16/02/2026 08:59 WIB
Program MBG tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh penerima manfaat siswa, ibu hamil, ibu menyusui dan balita, tetapi juga oleh warga yang bekerja di SPPG.
Program MBG tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh siswa, ibu hamil, ibu menyusui dan balita, tetapi juga oleh warga yang bekerja di SPPG. (Foto: Ist)
Program MBG tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh siswa, ibu hamil, ibu menyusui dan balita, tetapi juga oleh warga yang bekerja di SPPG. (Foto: Ist)

IDXChannel - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh penerima manfaat siswa, ibu hamil, ibu menyusui dan balita, tetapi juga oleh warga yang terlibat sebagai pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Salah satunya Kristina Lende, warga Desa Watu Kawula, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kristina yang bekerja sebagai pencuci ompreng MBG itu mengaku kehidupannya berubah sejak bekerja di SPPG Watukaula. 

“Selama saya kerja di MBG, saya sudah pernah beli motor pada tanggal 8 Februari kemarin tahun ini. Itu dari hasil kerja saya dari MBG. Dan sebelum saya kerja di MBG, saya mau beli beras 1 kilo pun, saya susah sekali,” katanya saat ditemui di dapur tempatnya bekerja, Jumat (14/2/2026).

Sebelum bekerja di MBG, dia hanya mengandalkan penghasilan suami yang bekerja di perusahaan telasi dengan upah sekitar Rp50 ribu per hari. Ia tidak memiliki usaha lain dan tidak menerima bantuan sosial dari Pemerintahan. 

“Semenjak saya kerja di MBG, saya sudah bisa beli beras 20 kilo, bahkan 50 kilo pun sudah bisa saya beli. Dan buat lauk-lauk anak-anak saya di rumah, dan buku penanya anak-anak saya di rumah,” kata Kristina.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement