"Ini akan memberikan bank dan lembaga keuangan lebih banyak sumber daya untuk disalurkan ke kredit bagi perekonomian riil, sekaligus memperkuat kemampuan mereka untuk menahan guncangan eksternal di tengah ketidakpastian keuangan global," kata media pemerintah Global Times.
Pertumbuhan ekonomi China melambat tajam pada kuartal lalu, karena lemahnya permintaan domestik dan dampak perang Iran terhadap harga minyak.
Angka produk domestik bruto (PDB) hanya tumbuh 4,3 persen pada April Juni setelah ekspansi 5,0 persen pada kuartal pertama.
Pada Maret, Beijing memangkas target pertumbuhan menjadi kisaran 4,5 persen-5.persen, target ekspansi ekonomi terendah sejak 1991. (Wahyu Dwi Anggoro)