AALI
8125
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1310
ACES
1320
ACST
240
ACST-R
0
ADES
2500
ADHI
730
ADMF
7750
ADMG
240
ADRO
1280
AGAR
400
AGII
1690
AGRO
2630
AGRO-R
0
AGRS
232
AHAP
58
AIMS
426
AIMS-W
0
AISA
222
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
615
AKRA
3510
AKSI
448
ALDO
635
ALKA
234
ALMI
232
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/07/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
449.34
-0.4%
-1.83
IHSG
6106.39
0.08%
+4.70
LQ45
841.82
-0.46%
-3.89
HSI
26192.32
-4.14%
-1129.66
N225
27833.29
1.04%
+285.29
NYSE
16552.38
0.59%
+96.48
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
841,757 / gram

China Tolak Permintaan WHO terkait Penyelidikan Tahap Ke-2 Asal Usul Covid

ECONOMICS
Anton Suhartono/iNews
Kamis, 22 Juli 2021 15:47 WIB
China menolak rencana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang akan menggelar penyelidikan asal usul Covid-19 tahap kedua.
China Tolak Permintaan WHO terkait Penyelidikan Tahap Ke-2 Asal Usul Covid (Dok.MNC Media)

IDXChannel - China menolak rencana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang akan menggelar penyelidikan asal usul Covid-19 tahap kedua. Penyelidikan tahap pertama berlangsung pada awal Janauri 2021. Hasil laporan penyelidikan pertama mengungkap, virus corona baru kemungkinan berasal dari kelelawar yang ditularkan ke manusia melalui perantara hewan lain. 

Sementara itu penyelidikan tahap kedua nanti akan mencakup hipotesis bahwa virus corona kemungkinan bocor dari Laboratorium Virologi Wuhan.

"Kami tidak akan menerima rencana penelusuran asal usul seperti itu. Dalam beberapa aspek mengabaikan akal sehat dan menentang ilmu pengetahuan," kata Zeng Yixin, wakil ketua Komisi Kesehatan Nasional (NHC), dikutip dari Reuters, Kamis (22/7/2021). Zeng mengaku terkejut ketika membaca rencana penyelidikan terbaru WHO karena mencantumkan hipotesis soal pelanggaran protokol laboratorium yang menyebabkan virus bocor. 

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sebelumnya mengatakan penyelidikan asal-usul pandemi COVID-19 di China terhambat oleh kurangnya data mentah di saat hari-hari pertama penyebaran wabah. Namun Zeng menegaskan kembali posisi China, beberapa data tidak bisa sepenuhnya dibagikan karena masalah privasi.

"Kami berharap WHO secara serius meninjau kembali pertimbangan tersebut dan menerima masukan yang dibuat para ahli China serta benar-benar memperlakukan penelusuran asal virus Covid-19 sebagai masalah ilmiah, dan menyingkirkan campur tangan politik," kata Zeng. 

Seperti diketahui, kasus pertama virus corona muncul di kota Wuhan, China, pada Desember 2019. Virus itu diyakini melompat ke manusia dari hewan yang dijual di pasar seafood dan makanan basah Wuhan.

(IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD