AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24965.55
0.05%
+13.20
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
0.00
-100%
-16818.98
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Cilegon Berpotensi Kena Tsunami 8 Meter, Berikut Keterangan BMKG

ECONOMICS
Binti Mufarida/Sindonews
Jum'at, 03 Desember 2021 09:16 WIB
BMKG memberikan keterangan terkait informasi potensi tsunami hingga 8 meter di Cilegon, Banten.
Cilegon Berpotensi Kena Tsunami 8 Meter, Berikut Keterangan BMKG(Dok.Okezone/Shutterstock)
Cilegon Berpotensi Kena Tsunami 8 Meter, Berikut Keterangan BMKG(Dok.Okezone/Shutterstock)

IDXChannel - Beredar surat imbauan dari Wali Kota Cilegon Helldy Agustian yang menginstruksikan agar melakukan mitigasi dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana tsunami dengan ketinggian 8 meter di Cilegon pada saat Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Memperhatikan pernyataan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ibu Dwikorita Karnawati pada Rapat Kerja Komisi V DPR RI yang dimuat pada media Kompas.com tanggal 1 Desember 2021 bahwa Cilegon Banten juga tempat wisata di Selat Sunda dapat berpotensi skenario terburuk mengalami tsunami dengan ketinggian 8 meter, pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru),” bunyi surat iimbauan yang diterima, Jumat (3/12/2021).

Merespon hal ini, Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menegaskan bahwa Cilegon menjadi salah satu wilayah yang rawan dan memiliki potensi terjadi tsunami. 

“Terkait berita di media tentang potensi tsunami di Cilegon, dalam hal ini BMKG tidak bermaksud memberikan prediksi akan terjadi tsunami selama periode Natal 2021 & Tahun Baru. Cilegon hanya contoh, salah satu wilayah rawan & memiliki potensi seperti wilayah lain yang memiliki potensi dan sejarah tsunami,” kata Daryono dikutip dari laman media sosial pribadinya.

Daryono mengatakan gempa bumi dan tsunami dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, namun tidak dapat dipastikan atau diprediksi dengan tepat kapan waktu akan terjadi.

Apalagi, kata Daryono, dari catatan katalog tsunami BMKG di Indonesia telah terjadi tsunami lebih dari 246 kali sejak tahun 1608. “Catatan katalog tsunami BMKG menunjukkan bahwa di wilayah Indonesia sejak tahun 1608 sudah terjadi tsunami lebih dari 246 kali, sehingga kita semua patut waspada.”

“BMKG berbicara dalam konteks membangun kesiapsiagaan secara umum terkait potensi cuaca, iklim, gempa & tsunami dengan mengambil satu contoh daerah rawan yaitu Cilegon, seperti halnya daerah rawan lain. BMKG sama sekali tidak memprediksi akan terjadi tsunami pada saat Natal dan tahun Baru di Cilegon,” tegasnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD