AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Covid-19 Masih Mengancam, Masyarakat Diminta Jangan Euforia saat Libur Nataru

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Jum'at, 29 Oktober 2021 12:07 WIB
Adanya libur natal dan tahun baru juga dapat memicu terjadinya penambahan kasus Covid-19
Covid-19 Masih Mengancam, Masyarakat Diminta Jangan Euforia saat Libur Nataru (FOTO:MNC Media)
Covid-19 Masih Mengancam, Masyarakat Diminta Jangan Euforia saat Libur Nataru (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Menjelang libur natal dan tahun baru, antisipasi gelombang ketiga pandemi Covid-19 sangat penting. 

Mengingat angka positif Covid-19 belum sempurna melandai, terlebih akan memasuki libur natal dan tahun baru 2022. 

"Walaupun angka kita landai, tapi itu belum betul-betul berada di bawah. Karena di beberapa wilayah ada kecenderungan naik, turun. Demikian juga pada tracing, kadang-kadang tidak mencapai targetnya. Apalagi di daerah perkotaan yang padat penduduknya seperti di DKI Jakarta, lumayan susah melakukan tracing," kata Ketua Sub Bidang Tracing Penanganan Kesehatan Satgas Covid 19, dr. Koesmedi Priharto saat diskusi di Market Review, Jumat (29/10/2021). 

Menurutnya, adanya libur natal dan tahun baru juga dapat memicu terjadinya penambahan kasus Covid-19 meskipun memang dengan adanya libur nasional tersebut dapat meningkatkan ekonomi pariwisata. 

"Contohnya saja di Puncak. Di Sabtu-Minggu saja sudah padat pengunjung. Apalagi nanti saat libur natal tahun baru. Bisa dibayangkan seperti apa tempat-tempat wisata di datangi pengunjung. Nah ini riskan sekali," katanya. 

Lanjutnya, kekhawatiran gelombang ketiga ini tanpa dipungkiri juga disebabkan adanya pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah dalam maupun luar Pulau Jawa-Bali. Seperti pembukaan, bioskop, pusat perbelanjaan, aktivitas pembelajaran tatap muka, serta pelonggaran lainnya. 

"Mau tidak mau itu berpengaruh. Karena bagaimanapun kita kadang-kadang ketakutan sendiri melihat perilaku masyarakat yang euforia seolah sudah tidak ada virus corona," katanya. 

Sehubungan dengan ini, dr. Koesmedi menyebut daya imunitas masyarakat baik melalui antibodi alamiah maupun melalui vaksinasi akan semakin menurun dengan berjalannya waktu. 

Dengan kondisi itu, maka penularan Covid-19 akan kembali mudah terjadi secara masif di tengah relaksasi pada mobilitas warga yang terjadi seperti saat ini. 

"Yang paling mengkhawatirkan, walaupun sudah terbentuk antibodi, melakukan vaksinasi, tapi bulan Desember itu kan sudah lebih dari enam bulan. Sehingga antibodinya itu sendiri pasti juga akan menurun," ucapnya. 

Oleh karena itu, ia mengingatkan, penting bagi masyarakat untuk tetap menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup, tidak memaksa keluar rumah, mengkonsumsi makanan sehat, dan juga disiplin protokol kesehatan.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD