AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Danai APBN 2022, BI Beli SBN di Pasar Perdana Rp30,17 T hingga 23 Mei

ECONOMICS
Michelle Natalia
Selasa, 24 Mei 2022 16:14 WIB
Gubernur BI menyampaikan Bank Indonesia melanjutkan pembelian SBN di pasar perdana untuk pendanaan APBN 2022 sebesar Rp30,17 triliun hingga 23 Mei 2022.
Danai APBN 2022, BI Beli SBN di Pasar Perdana Rp30,17 T hingga 23 Mei (Dok.MNC)
Danai APBN 2022, BI Beli SBN di Pasar Perdana Rp30,17 T hingga 23 Mei (Dok.MNC)

IDXChannel - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan Bank Indonesia melanjutkan pembelian SBN di pasar perdana untuk pendanaan APBN 2022 dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp30,17 triliun hingga 23 Mei 2022. 

"Sementara itu, dalam rangka koordinasi fiskal-moneter sebagaimana tertuang dalam Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia yang berlaku hingga 31 Desember 2022, Bank Indonesia melanjutkan pembelian SBN di pasar perdana untuk pendanaan APBN 2022 dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp30,17 triliun hingga 23 Mei 2022 melalui mekanisme lelang utama, greenshoe option, dan private placement," ungkapnya.

Sementara itu, pada April 2022, likuiditas perekonomian juga tetap longgar, tercermin pada uang beredar dalam arti sempit dan luas yang tumbuh masing-masing sebesar 20,76% (yoy) dan 13,60% (yoy).

Perry juga mengungkap bahwa normalisasi kebijakan likuiditas melalui kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah secara bertahap berlangsung tanpa mengganggu kondisi likuiditas perbankan. 

"Penyesuaian secara bertahap Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah tahap I dan pemberian insentif GWM sejak 1 Maret 2022 tidak mengurangi kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit/ pembiayaan kepada dunia usaha dan partisipasi dalam pembelian SBN untuk pembiayaan APBN," ujar Perry secara virtual di Jakarta, Selasa(24/5/2022).  

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD