Dari proses itu, lahirlah DenCraft, usaha kecil yang perlahan menemukan bentuk, identitas, dan pasarnya sendiri.
Perjalanan membangun DenCraft tentu tidak selalu mulus. Erna mengaku sempat merasa minder ketika melihat produk lain yang sudah lebih rapi dan modern.
Melalui pendampingan usaha yang ia terima sebagai nasabah PNM Mekaar, ia mulai belajar memperbaiki kualitas produksi dan memperluas cara pandangnya terhadap usaha.
“Saya sempat berpikir, apa produk saya cukup bagus? Tapi saya belajar, kualitas itu bisa dilatih, asal mau terus belajar,” katanya.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Kualitas produk DenCraft terus berkembang dan mendapat kepercayaan lebih luas.
Kesempatan besar datang ketika Erna untuk pertama kalinya bisa membawa karyanya ke ajang pameran kerajinan berskala nasional, Inacraft 2026 di Jakarta.
“Waktu itu saya diajak PNM ikut pameran nasional, rasanya campur aduk antara senang dan takut. Tapi dari situ saya merasa, ternyata saya bisa sampai sejauh ini,” katanya.
Pengalaman tersebut membuka pandangan baru bagi Erna tentang potensi usahanya. Ia menyadari bahwa apa yang dimulai dari rumah kecil di Solo ternyata mampu berbicara di panggung yang lebih besar.