Menurut Radhika, rekam jejak tersebut tercermin dari pergerakan pasar yang relatif tenang pascapengumuman transisi kepemimpinan.
“Oleh karena itu, kita dapat melihat bahwa rupiah tidak mengalami tekanan ekstrem dan imbal hasil (yield) obligasi juga belum menunjukkan tekanan yang signifikan sejauh ini,” katanya.
Menjelang penetapan Gubernur BI secara definitif, Radhika menekankan pentingnya kriteria yang harus dimiliki oleh calon gubernur BI yang baru, yakni kredibilitas, pengalaman, serta independensi dalam mengambil keputusan moneter.
“Lantas, apa yang kita harapkan dari Gubernur BI yang baru? Saya pikir harapannya sama seperti yang diinginkan dari gubernur bank sentral mana pun di dunia. Kita menginginkan sosok yang seberpengalaman mungkin, memiliki kredibilitas yang teruji, serta independen dalam mengambil keputusan kebijakan. Hal-hal tersebut merupakan ciri khas utama dari setiap bankir sentral di mana pun,” kata Radhika.
Radhika menyoroti rekam jejak Perry Warjiyo selama 7-8 tahun memimpin BI yang dipenuhi berbagai krisis, mulai dari pandemi COVID-19, siklus kenaikan suku bunga The Fed pada 2022, hingga ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Oleh karena itu, pimpinan BI berikutnya dituntut memiliki kapasitas kuat sebagai manajer risiko.