“Bagi pejabat yang baru, mereka harus benar-benar mampu menjalankan peran sebagai seorang manajer risiko. Sebab, selain harus menangani tantangan domestik, ada pula tantangan global yang tak kalah berat,” ujarnya.
Selain independensi, sinergi antara kebijakan moneter yang ditetapkan Bank Indonesia dan kebijakan fiskal pemerintah juga dianggap sebagai krusial untuk menjaga stabilitas perekonomian nasional.
“Jadi, menurut saya, kualifikasi yang dibutuhkan mencakup kredibilitas, pengalaman, kemampuan mengambil keputusan kebijakan secara independen, sekaligus kapasitas untuk berkolaborasi dengan pemerintah, di mana keselarasan antara kebijakan moneter dan fiskal sangat diperlukan dalam menghadapi kondisi yang penuh tekanan,” katanya.
(Rahmat Fiansyah)