sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Defisit APBN 2025 Melebar ke 2,92 Persen, Purbaya: Demi Jaga Ekspansi Ekonomi

Economics editor Anggie Ariesta
08/01/2026 15:01 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan laporan realisasi sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025.
Defisit APBN 2025 Melebar ke 2,92 Persen, Purbaya: Demi Jaga Ekspansi Ekonomi. Foto: iNews Media Group.
Defisit APBN 2025 Melebar ke 2,92 Persen, Purbaya: Demi Jaga Ekspansi Ekonomi. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan laporan realisasi sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025.

Poin utama yang menjadi sorotan adalah defisit anggaran yang membengkak menjadi 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), mendekati ambang batas legal 3 persen.

Meskipun rencana awal defisit dipatok pada angka 2,53 persen.Menkeu menegaskan bahwa kenaikan ini adalah langkah yang disengaja untuk memberikan stimulus di tengah tekanan ekonomi global dan domestik.

"Defisitnya memang naik ke 2,92 persen dari rencana awal 2,53 persen. Ini tadi dengan misi untuk menjaga ekonomi tetap bisa berekspansi di tengah tekanan global yang tinggi," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Januari 2026, Kamis (8/1/2026).

Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan wujud nyata dari strategi counter-cyclical. Menurutnya, pemerintah bisa saja memotong belanja untuk menekan defisit, namun hal tersebut akan mengorbankan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Kita pastikan di bawah 3 persen ini adalah standar yang paling ketat. Jadi kita mengacu ke sana terus walaupun keadaan agak menekan kita," tambahnya.

Realisasi pendapatan negara tercatat mencapai Rp2.756,3 triliun atau hanya 91,7 persen dari target APBN. Hal ini dipicu oleh penerimaan perpajakan yang tidak mencapai target akibat perlambatan ekonomi seperti Penerimaan Pajak tembus Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target.

Kemudian Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp300,3 triliun atau 99,6 persen dari target, PNBP sebesar Rp534,1 triliun atau 104,0 persen dari target dan Hibah sebesar Rp4,3 triliun atau 733,3 persen dari target.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement