sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Defisit APBN hingga Rp240 Triliun Jadi Sinyal Waspada Strategi Front-Loading Pemerintah

Economics editor Anggie Ariesta
08/04/2026 11:18 WIB
Defisit APBN Kuartal I-2026 yang menyentuh Rp240,1 triliun dinilai sebagai bentuk strategi front-loading yang agresif.
Defisit APBN hingga Rp240 Triliun Jadi Sinyal Waspada Strategi Front-Loading Pemerintah. (Foto: iNews Media Group)
Defisit APBN hingga Rp240 Triliun Jadi Sinyal Waspada Strategi Front-Loading Pemerintah. (Foto: iNews Media Group)

Disisi lain, Rahma memberikan catatan kritis mengenai risiko "kehabisan bensin" fiskal di periode mendatang. Jika belanja dipacu kencang di awal tahun namun penerimaan tidak mengejar, pemerintah terpaksa harus melakukan pengereman mendadak (refocusing) yang bisa berdampak pada perlambatan proyek-proyek strategis.

"Istilah hard landing dalam konteks ini berarti ekonomi yang tadinya dipacu kencang di Q1 lewat belanja besar Rp240,1 triliun, tiba-tiba melambat drastis di Q2 karena kehabisan 'bensin' atau terhambat faktor eksternal," ungkapnya.

Sebagai solusi, Rahma menyarankan pemerintah mulai beralih dari mode "Agresif" di Kuartal I menjadi mode "Efisiensi Selektif" di Kuartal II. Penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) juga disarankan sebagai cadangan strategis jika plafon utang sudah semakin terbatas di akhir tahun.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement