Secara akumulatif, pendapatan negara terkumpul sebesar Rp918,4 triliun atau berhasil tumbuh 13,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Baca Juga:
Di sisi lain, belanja negara telah digelontorkan sebesar Rp1.082,8 triliun, atau melonjak kencang sebesar 34,3 persen yoy.
Purbaya menilai lonjakan belanja ini membuktikan pos fiskal tetap bersifat ekspansif, namun dengan tingkat risiko defisit yang terjaga aman.
“Keadaan membaik. Keseimbangan primer sudah surplus Rp28 triliun dan ke depan akan terus membaik karena pendapatan negara tumbuh,” ujar Purbaya.