AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Diduga Lakukan Kerja Paksa Terhadap Uighur, Prancis Blokir Ekspansi Bisnis ZARA

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Selasa, 30 November 2021 14:22 WIB
ZARA di blokir oleh komisi regional Prancis saat hendak melakukan ekspansi bisnisnya karena diduga pekerjakan Muslim Uighur secara paksa.
Diduga Lakukan Kerja Paksa Terhadap Uighur, Prancis Blokir Ekspansi Bisnis ZARA
Diduga Lakukan Kerja Paksa Terhadap Uighur, Prancis Blokir Ekspansi Bisnis ZARA

IDXChannel - Brand Fast Fashion asal Spanyol, ZARA di blokir oleh komisi regional Prancis saat hendak melakukan ekspansi bisnisnya. 

Hal tersebut disebabkan oleh adanya temuan kerja paksa warga minoritas Uighur di China oleh perusahaan induknya, Inditex. Padahal ZARA baru saja hendak memperluas bisnisnya di pusat kota selatan Bordeaux.

Terkait adanya temuan kasus tersebut anggota komisi Prancis meminta adanya penyelidikan apakah perusahaan asal Spanyol itu mendapat keuntungan dari penggunaan kerja paksa anggota minoritas Uighur oleh pemasok di China.

"Kami ingin mengirim sinyal kuat dengan memblokir ekspansi toko yang tidak memiliki kontrol yang cukup atas pemasok mereka," ujar Alam Garnier dikutip AFP, Selasa (30/11/2021).

Hakim Prancis membuka penyelidikan atas tuduhan oleh kelompok hak asasi bahwa empat perusahaan mode, termasuk pemilik ZARA Inditex, mendapat untung dari kerja paksa minoritas Uighur di China pada Juni lalu.

Selain itu pihak Inditex juga membantah jika perusahaan telah menggunakan kapas sebagai bahan material pembuatan produknya dari Xinjiang. Mereka mengatakan bahwa memiliki kontrol ketertelusuran yang ketat.

"Dengan dampak mode cepat terhadap lingkungan dan kecurigaan tentang penggunaan kerja paksa orang Uyghur, proyek ZARA bagi kami tampaknya melanggar kriteria pembangunan berkelanjutan yang dipertimbangkan oleh komisi tersebut," pungkas anggota komisi lain, Sandrine Jacotot. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD