AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Diduga Money Laundering, Gibran dan Kaesang Dilaporkan Dosen UNJ ke KPK

ECONOMICS
Muhammad Farhan
Senin, 10 Januari 2022 16:03 WIB
Kedua anak Presiden Jokowi yakni Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep dilaporkan ke KPK karena dituding melakukan money laundering dan korupsi.
Diduga Money Laundering, Gibran dan Kaesang Dilaporkan Dosen UNJ ke KPK (FOTO: MNC Media)
Diduga Money Laundering, Gibran dan Kaesang Dilaporkan Dosen UNJ ke KPK (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kedua anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena dituding melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atau money laundering dan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Gibran dan Kaesang dilaporkan oleh Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubaedillah Badrun. Ubaedillah menyatakan bahwa anak petinggi PT SM Group, yakni saudara AP, aktif menjalin relasi bisnis dengan kedua putra Presiden Jokowi. Ketiganya bahkan membentuk perusahaan PT Wadah Masa Depan yang membawahi sejumlah bisnis seperti Sang Pisang, Yang Ayam, Ternakopi dan lainnya. 

"Laporan ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang, berkaitan dengan dugaan KKN relasi bisnis anak presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan", ujarnya kepada pihak wartawan pada Senin (10/1/2022). 

Ubaedillah mengungkapkan laporan ini berawal dari adanya perusahaan besar bernama PT SM yang disangkakan terlibat pada pembakaran hutan dan sudah dituntut oleh Kementerian Lingkungan Hidup dengan nilai Rp 7,9 triliun. Tetapi kemudian oleh Mahkamah Agung, tuntutan yang dikabulkan hanya Rp 78 milyar pada bulan Februari 2019. 

"(Tuntutan) itu terjadi pada Februari 2019 setelah anak presiden membuat perusahaan gabungan dengan anak petinggi perusahaan PT SM," jelasnya. 

Ubaedillah juga menambahkan bahwa perusahaan milik kedua putra presiden tersebut mendapat suntikan dana penyertaan modal dari sebuah perusahaan ventura yang berjejaring dengan PT SM. Perusahaan tersebut diberikan dua kali kucuran dana dengan angka Rp 99,3 milyar dalam waktu yang bersamaan. 

"Dan setelah itu kemudian (salah satu) anak presiden membeli saham di sebuah perusahaan yang angkanya juga cukup fantastis (yaitu) Rp 92 miliar,” ucap pria yang mengaku aktivis 98 tersebut. 

Ubaedillah beranggapan situasi tersebut menjadi tanda tanya besar. Dia menilai menjadi suatu keanehan pada perusahaan yang baru didirikan dengan mudah mendapatkan penyertaan modal dengan angka yang cukup fantastis. 

Pada laporan ke KPK tersebut, Ubedilah juga menyatakan adanya bukti-bukti data perusahaan serta sejumlah laporan pemberitaan terkait adanya pemberian penyertaan modal dari Ventura. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD