AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Didukung Konglomerat Indonesia, Grab Go Public Senilai Rp581 Triliun

ECONOMICS
Wahyu budi /sindonews
Kamis, 22 April 2021 09:24 WIB
Grab baru saja mengumumkan kesepakatan untuk go public senilai USD40 miliar
Didukung Konglomerat Indonesia, Grab Go Public Senilai Rp581 Triliun (FOTO:MNC Media)

IDXChannel  - Grab baru saja mengumumkan kesepakatan untuk go public senilai USD40 miliar (Rp581 triliun) dalam kolaborasi SPAC (special purpose acquisition company) bersama Altimeter Capital dan akan segera diperdagangkan di lantai bursa NASDAQ

Nilai yang ditawarkan diprediksi akan memecahkan rekor penawaran saham perdana perusahaan asal Asia Tenggara di sepanjang sejarah bursa Amerika. 

“Bisa dikatakan ini menjadi sebuah bukti luar biasa, tidak hanya dari sisi startup itu sendiri tapi juga dari bagaimana investor global mulai membuka mata pada peluang di Asia Tenggara,” kata Usman Akhtar, partner di Bain & Coseperti dikutip Reuters News, Kamis (22/4/2021). 

Menurut rilis Grab, lebih dari USD 4,5 miliar telah digalang dari sejumlah raksasa investasi dunia seperti BlackRock, T.Rowe, dan Fidelity International, juga dari sovereign wealth funds seperti Mubadala and Temasek. 

Yang menarik adalah keterlibatan tiga investor terkemuka Indonesia dalam rencana ini, yakni Djarum, Emtek milik keluarga Sariaatmadja, dan Sinar Mas. 

Partisipasi mereka menyalakan sinyal optimisme terhadap masa depan Grab, terutama di Indonesia. Investasi ini merupakan kelanjutan dari masuknya sejumlah konglomerat ke ekosistem digital yang marak pada 2018. Pada tahun itu, nama-nama besar seperti Djarum, Astra Internasional, Sinar Mas, Emtek, dan Lippo berbondong-bondong berinvestasi pada startup, baik secara langsung maupun dengan membentuk modal ventura dalam kelompok usaha mereka. 

Selain swasta, BUMN pun mulai melengkapi lini usahanya dengan modal ventura, seperti Telkom Indonesia yang mendirikan anak usaha MDI Ventures, Bank Mandiri dengan Mandiri Capital Indonesia, dan BRI membentuk BRI Ventura Investama. 

Keseriusan mereka tampak, misalnya, pada kolaborasi Grab, Telkomsel, Mandiri Capital Indonesia, dan BRI Ventura Investama dalam investasi ke LinkAja. 

Memasuki tahun ini, setelah memetik pelajaran dan juga berjibaku menghadapi kemelut ekonomi yang terjadi sebagai akibat dari pandemi, para konglomerat dan perusahaan raksasa tanah air semakin serius mencari jawara lokal dan perkembangan ini sangat positif untuk mendorong tumbuhnya investasi startup di tanah air.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD